Selasa, 01 September 2020 18:05

Obrak-abrik Ruang Paripurna DPRD Makassar, 16 Pengunjuk Rasa Dijemput Polisi

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan Sekretariat DPRD Makassar langsung mendatangi Polrestabes Makassar untuk membuat laporan polisi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polrestbes Makassar mengamankan 16 pengunjuk rasa yang diduga melakukan pengrusakan di ruang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Hal ini seperti disampaikan Kasubag Humas Polresta Bes Makassar, Kompol Edhy Supriyadi.

"Sudah diambil di DPRD Makassar dan sementara di-BAK," kata Regu Supriyadi, Selasa (1/9/2020).

Edhy mengatakan, pasca kejadian, pihak dari DPRD Makassar langsung melaporkan ke Polrestabes. Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung mengamankan para pengunjuk rasa. "Untuk sementara masih dilakukan BAP 1x24 jam," tambahnya.

Baca Juga : 

Ia menambahkan sebanyak 16 orang pengunjuk rasa yang sementara di-BAP untuk mendalami kejadian tersebut. "Di lokasi kejadian juga sementara dilakukan olah TKP," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan Sekretariat DPRD Makassar langsung mendatangi Polrestabes Makassar untuk membuat laporan polisi. "Sementara dilaporkan ke aparat kepolisian," kata RL, sapaan akrab Rudianto Lallo.

RL mengatakan laporan ke aparat kepolisian langsung dilakukan Sekretarit DPRD Makassar menyikapi aksi demo sampai berujung pada pengrusakan di ruang paripurna.

Politisi dari partai Nasdem ini mengatakan para pendemo berhasil masuk ke ruang paripurna yang bertempat di lantai tiga. Para pendemo mengacak-acak ruangan, baik meja maupun kursi para anggota dewan.

RL juga menyebut para pendemo sudah ada di kantor DPRD Makassar, Senin (31/8/2020). Mereka kemudian menginap dan melakukan demo pagi harinya hingga terjadi tindakan pengrusakan. "Sudah kita laporkan pelaku anarkisme," tambahnya.

Sementara itu Taufiq Natsir selaku Kasubag Humas DPRD Makassar menyampaikan hal senada. Namun, ia mengaku tidak mengetahui persis siapa yang melakukan pengrusakan, pasalnya pengunjuk rasa tidak menyampaikan pemberitahuan ke DPRD.

"Sementara pihak sekretariat melapor di Polrestabes. Katanya HMI. Karena tidak ada juga pernyataan sikap dan pemberitahuannya," jawab Taufik saat dikonfirmasi apakah benar pengrusakan dilakukan oleh oknum kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Tamalate.

Selain itu, kata Taufiq, sehari sebelumnya pengunjuk rasa datang ke kantor DPRD Kota Makassar pukul 17.00 Wita. "Kemarin jam 5 sore dia datang, sudah bukan jam kantor, terus dia menginap. Tadi pagi kami sudah koordinasi anggota dewan, sudah ada yang siap terima, tapi mungkin mereka tidak sabar," sambungnya.

Ia juga menuturkan, dari informasi saksi yang melihat kejadian pengunjuk rasa mendobrak pintu paripurna pagi tadi. "Menurut saksi mata, staf sekretariat, sekitar jam 9 pagi dia dobrak pintu paripurna dan obrak-abrik meja serta kursi," paparnya.

Penulis : Syukur
#polrestabes makassar #DPRD Kota Makassar