Kamis, 20 Agustus 2020 20:16

Laporan Panitia Musda Golkar Sulsel ke DPP Terkendala Struktur Kepengurusan yang Belum Rampung

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Laporan Panitia Musda Golkar Sulsel ke DPP Terkendala Struktur Kepengurusan yang Belum Rampung

Panitia Musda Golkar Sulsel belum mengirim laporan ke DPP sebab formatur belum merampungkan kepengurusan.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Struktur kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel periode 2020-2025 belum juga rampung. Padahal, penyusunan struktur kepengurusan itu, sudah melewati batas waktu yang ditentukan dalam Musda DPD Golkar Sulsel, yakni hanya sepekan.

Hingga memasuki hari ke 12 pasca musda, Ketua Golkar Sulsel terpilih, Taufan Pawe bersama tim formatur, masing-masing Muhiddin Said (Perwakilan DPP), Farouk M Betta (DPD II), Abdillah Natsir (DPD II, dan Imran Tenri Tatta (Perwakilan Hadta Karya dari AMPG) tak kunjung memenuhi komitmen yang telah diputuskan.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman menyayangkan Taufan Pawe Cs yang belum juga merampungkan struktur kepengurusan tersebut.

Baca Juga : 

"Ini bisa menjadi preseden baruk bagi Ketua Golkar Sulsel terpilih dan tim formatur yang dibentuk, karena kesepakatan yang diputuskan bersama dari hasil musda ternyata dilanggar," kata Risman dalam rilis yang diterima Rakyatku.com, Kamis (20/8/2020).

Selain itu, Risman yang bertindak sebagai ketua panitia pelaksanaan Musda ke 10 Golkar Sulsel di Jakarta mengatakan, salah satu dasar, alasan penyelenggara belum merampungkan dan melaporkan hasil Musda ke DPP, karena persoalan kepengurusan baru periode 2020-2025 yang belum final dan diputuskan oleh Tuafan Pawe Cs.

"Inilah yang mendasari kami pihak penyelenggara Musda ke 10 Golkar Sulsel mengapa sampai detik ini juga belum melaporkan secara keseluruhan hasil Musda ke DPP. Karena komposisi kepengurusan baru, berkaitan dengan hasil laporan Musda ke DPP. Jadi tidak bisa dipisahkan," pungkasnya.

Apalagi lanjut Ketua Bappilu Pilpres DPP Golkar ini menjelaskan, surat ketetapan Musda tim formatur adalah kolektif dalam menyusun kepengurusan selama satu minggu.

Sehingga menurut dia, idealnya komposisi pengurus baru sudah rampung, kalau tidak berarti melanggar penetapan musda.

Untuk itu, Plt Ketua Golkar Sinjai ini berharap kepada Taufan Pawe serta tim formatur untuk bergerak cepat menyelesaikan struktur atau komposisi kepengurusan baru sebelum Ketua DPD II tingkat kabupaten dan kota di Sulsel bersuara.

Apalagi, lanjut MRP singkatan nama Risman Pasigai mengaku masih banyak agenda politik lain di Golkar yang perlu dikebut untuk segera diselesaikan. Salah satunya yaitu pelaksanaan Musda di tingkat DPD II.

Sebelumnya, Taufan menyebut masih tengah menyusun struktur pengurus baru Golkar Sulsel. "Dalam menentukan struktur DPD I Golkar Sulsel, saya harus bijak dengan lebih menekankan pada pendekatan hasil, ketimbang proses,” ungkap Taufan Pawe usai memimpin apel peringatan Hari Pramuka ke-59 di halaman kantor Wali Kota Parepare, Selasa (18/8/2020).

#musda golkar