Rabu, 29 Juli 2020 11:33

Akurasinya Hingga 92%, Begini Cara Kerja Anjing Deteksi Pasien Corona

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi (Foto/Wikipedia Commons)
Ilustrasi (Foto/Wikipedia Commons)

Dua anjing yang dilatih khusus, akan memiliki kemampuan untuk mengendus sekitar 4.000 orang per hari. Awalnya, dilatih sebagai pendeteksi bahan peledak dan kanker usus. Mereka telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat, dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.

RAKYATKU.COM - Kepolisian Lebanon, melatih anjing pelacak untuk mendeteksi bau virus corona dalam keringat manusia.

Lebanon mengikuti langkah sejumlah negara, yang memanfaatkan ketajaman daya penciuman anjing yang tajam untuk mengendus virus corona penyebab Covd-19.

Sebelumnya, beberapa negara seperti Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab menggunakan anjing untuk mendeteksi virus corona.

Baca Juga : 

Dalam sebuah studi oleh UEA telah menunjukkan tingkat akurasi daya cium anjing terhadap virus corona telah mencapai 92 persen.

Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut, para pejabat mengumumkan pada Rabu pekan lalu.

Sedangkan menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, program pelatihan anjing untuk mendeteksi virus corona itu 'sangat mendesak untuk dilakukan'.

Penggunaan anjing untuk mendeteksi virus corona di keringat manusia ini merupakan hasil studi ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis.

Sebelumnya, Sarkis bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Profesor Dominique Grandjean dari National Veterinary School Alfort di Prancis. Pengujian dilakukan di kedua negara.

Pengujian melibatkan delapan anjing - yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi bahan peledak dan kanker usus. Mereka telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.

Grandjean mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kemampuan untuk mengendus sekitar 4.000 orang per hari.

" Melalui eksperimen ini, kami akan menyediakan teknologi tambahan untuk melindungi masyarakat kami dari setiap kedatangan, pengunjung, atau penduduk yang mungkin terinfeksi virus corona," kata Hassan dikutip dream.co.id dari Al Arabiya English.

Para peneliti menjalankan 232 percobaan menggunakan 33 sampel positif di Prancis dan 136 percobaan menggunakan 68 sampel positif di Lebanon.

Hasilnya, empat anjing memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam mengidentifikasi sampel positif. Sementara yang lainnya antara 83 dan 94 persen.

" Di banyak negara, tes diagnostik masih dianggap kurang efektif dalam menemukan orang yang terinfeksi virus corona. Jadi, kami mengeksplorasi kemungkinan memperkenalkan deteksi olfaktif anjing sebagai 'alat' yang cepat, andal, dan murah," tulis para peneliti.

#Anjing pelacak #Virus Corona