RAKYATKU.COM - Pelantikan pejabat di tengah wabah Covid-19 mendapat sorotan tajam. Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb dianggap tidak punya empati.
"Saya heran lihat ini pemerintah kota. Masa tidak ada rasa prihatinnya sama musibah ini. Semua pimpinan di negeri ini sudah perintahkan untuk tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan berkumpul. Mulai presiden, kapolri, hingga gubernur sudah keluarkan edaran," kata Bastian Lubis, pengamat pemerintahan.
"Ada apa ini sebenarnya? Sama sekali tidak punya empati," lanjut Bastian.
Kegiatan berkumpul rawan penularan Covid-19. Itu sebabnya, rapat-rapat pun banyak dilakukan secara online. Memanfaatkan aplikasi yang banyak tersedia saat ini.
Rapat koordinasi Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga dilakukan secara online. Rapat itu membahas isu penting, peniadaan ujian nasional.
Makanya, Bastian curiga dengan pelantikan pejabat di tengah wabah Covid-19.
"Kalau begini kita bisa menduga-duga. Apa dasarnya pejabat ini dilantik. Pj wali kota ini memang sangat tidak transparan dalam menata pemerintahan di Makassar," tambah Bastian yang juga pakar keuangan.
Dia berharap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melakukan evaluasi terhadap kinerja terhadap penjabat wali kota Makassar.
"Pak gubernur kenapa tidak tegur ini pj wali kota. Kira-kira siapa perintahkan untuk melantik?" lanjutnya.
Pelantikan tersebut digelar pada Selasa sore (24/3/2020) sekitar pukul 16.30 wita. Ada 23 pejabat yang dilantik. Bertempat di ruang rapat sekda lantai 9 Balai Kota Makassar.
Menanggapi sorotan itu, penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pelantikan tersebut bukan mutasi. Hanya pengisian jabatan kosong.
"Pelantikan itu sesuai protokol kesehatan. Tidak mengundang. Tidak banyak orang yang hadir. Tetap berlaku sosial distance. Diatur jaraknya satu meter. Dan yang hadir mengunakan pelindung (sarung tangan dan masker)," ungkapnya.
