Selasa, 24 Maret 2020 15:14

Marak Pembuatan Hand Sanitizer, Polisi: Mudah Terbakar dan Mengandung Racun

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Banyak pihak yang memproduksi sanitizer atau cairan pembersih tangan. Niatnya menolong agar tidak terinfeksi virus corona.

RAKYATKU.COM - Banyak pihak yang memproduksi sanitizer atau cairan pembersih tangan. Niatnya menolong agar tidak terinfeksi virus corona.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa sanitizer memiliki bahan yang mudah terbakar. Begitu pula sarung tangan. Makanya, harus dijauhkan dari dapur agar tidak menimbulkan kecelakaan baru.

Umumnya sanitizer yang efektif melawan virus corona mengandung setidaknya 60 persen atau lebih kandungan alkohol. Ada juga bahan obat aktif lainnya, seperti Chlorhexidine.

"Keluarga tidak boleh mendekati api terbuka di dapur segera setelah menggunakan sanitizer tangan. Bahannya mudah terbakar. Jadi hati-hati dan patuhi persyaratan keselamatan kebakaran," ujar Kapten Insinyur Ali Hasan Al Midfai, kepala Penanganan Bahan Berbahaya, Darurat dan Keselamatan Publik Polisi Abu Dhabi.

Dia menjelaskan bahwa pembersih tangan diklasifikasikan sebagai cairan yang mudah terbakar karena tingginya volume konten alkohol.

"Sanitizer tangan berbasis alkohol diklasifikasikan sebagai cairan mudah terbakar kelas 1. Anak-anak tidak boleh memiliki akses ke atau menggunakan sanitiser tangan, kecuali diawasi oleh orang dewasa," katanya.

"Masalah kebakaran ini bukan satu-satunya masalah keselamatan yang terkait dengannya. Ketika digunakan sesuai arahan, mereka dianggap aman. Tetapi penggunaan sanitizer tangan yang tidak tepat menimbulkan risiko bagi anak-anak dan orang dewasa. Misalnya, menelan dapat menyebabkan keracunan," kata Kapten Al Midfai.