Sabtu, 18 Januari 2020 12:59

Apa Hubungan Antara Kanker dan Konsumsi Gula?

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
INT
INT

Sudah umum terdengar bahwa gula menyebabkan kanker atau membuatnya tumbuh lebih cepat.

RAKYATKU.COM - Sudah umum terdengar bahwa gula menyebabkan kanker atau membuatnya tumbuh lebih cepat.

Dalam beberapa hal, ini masuk akal. Setiap sel dalam tubuh menggunakan gula darah (glukosa) untuk energi, termasuk sel kanker.

Sel kanker mengkonsumsi sekitar 200 kali lebih banyak gula daripada sel normal. Mereka membutuhkan gula dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhan mereka yang cepat.

Namun, tidak ada bukti kuat yang secara langsung menghubungkan gula dengan peningkatan risiko kanker, meski keduanya memiliki hubungan tidak langsung.

Para ahli, termasuk dari American Cancer Society dan National Cancer Institute, tidak berpikir gula dapat menyebabkan kanker. Mereka mengatakan bahwa pelaku sesungguhnya adalah obesitas. 

Obesitas dianggap sebagai faktor risiko untuk perkembangan kanker payudara, usus besar, kerongkongan, pankreas, ginjal, hati, perut bagian atas, kandung empedu, ovarium, rahim, tiroid, mieloma (jenis kanker darah), dan meningioma (yang merupakan jenis tumor otak).

 

Namun, perlu diketahi bahwa obesitas bisa disebabkan oleh kalori yang mengandung gula.

Penelitian mengatakan bahwa wanita harus membatasi asupan gula maksimum 6 sendok teh sehari, dan 9 sendok teh untuk pria, untuk menghindari obesitas.

Tapi untuk mengurangi risiko terkena kanker, Anda harus menjalani gaya hidup sehat. Lakukan olahraga teratur, makan makanan sehat, serta hindari merokok dan alkohol.