Yesia Ery Talamalagi
Staf Khusus Menteri Pertanian
Sabtu, 04 September 2021 23:42

Pertanian dan Kearifan Lokal

Pertanian dan Kearifan Lokal

Kearifan lokal mengelola sagu sebagai makanan rakyat tidak akan punah disamping hadirnya komoditas lain di luar sagu.

Oleh: Yesia Ery Talamalagi
Staf Khusus Menteri Pertanian RI

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai mantan pemimpin di daerah sejak dari jabatan lurah sampai dua kali menjadi gubernur Sulawesi Selatan, sadar betul bahwa setiap daerah punya potensi pertanian dan perkebunan yang sangat bisa dikembangkan. Apalagi jika itu terkait dengan kearifan lokal.

Maka di Papua, tepatnya di Sorong, Jumat (3/9/2021), Menteri Pertanian menyemangati kelompok tani Gisimiklagi di distrik Aima dengan Rumah Sagunya. Menteri berjalan diantara hutan sagu sampai ke tempat pengolahan sagu milik kelompok tani tersebut.

Lahan yang masih luas dan sangat memungkinkan ditanamnya jenis hortikultura lainnya membuat menteri memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian beramai-ramai keroyok lahan masyarakat yang ada untuk dijadikan areal Agro Edu Wisata.

Dengan begitu kearifan lokal mengelola sagu sebagai makanan rakyat tidak akan punah disamping hadirnya komoditas lain di luar sagu.

“Papua itu tanah yang kaya. Pertanian itu harus ada tiga syarat: ada lahan, ada air, ada orang. Apa yang tidak ada di Papua? Semua ada. Tapi pertanian itu harus dikerjakan bersama-sama. Jangan cuma pemerintah sendiri, jangan cuma rakyat sendiri, harus bersama-sama pemerintah dan rakyat. Tapi ingat, sebuah kemajuan hanya bisa dicapai jika ada rasa dama, jika ada kedamaian. Karena itu kita harus menjaga kedamaian ditempat kita masing-masing, di tempat ini,” kata Menteri Syahrul Yasin Limpo.

Sehari sebelumnya di Jayapura (2/9/2021), Asisten 2 Gubernur Papua, Muhamad Musa’ad di depan rombongan Menteri Pertanian menggambarkan, selama ini rakyat Papua terlena dengan tambang yang manfaatnya hanya dirasakan satu persen oleh masyarakat.

“Sudah seperti kita dihipnotis, bahwa tambang itu memberikan banyak manfaat bagi pembangunan di Tanah Papua. Ya ternyata tidak. Kontribusi tambang bagi PDRB Papua memang cukup tinggi dimana hari ini mencapai 34%. Sangat beda dengan kontribusi di bidang pertanian sebesar 12%. Tetapi yang menikmati kontribusi tambang itu hanya 1.4%, sedangkan yang menikmati kontribusi PDRB di bidang pertanian sebesar 17%. Rakyat Papua yang menikmati kontribusi bidang pertanian 17% lebih besar dari kontribusi PDRB tambang,” papar Muhamad Musa’ad.