Darma Endrawati
Fungsional Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Selatan
Rabu, 27 Oktober 2021 17:48

Menghidupkan Pariwisata Domestik

Menghidupkan Pariwisata Domestik

Pariwisata menjadi sektor terdampak cukup berat di masa pandemi.

SEBELUM Covid-19, peran pariwisata dalam dalam perekonomian cukup besar. Secara nasional, pada tahun 2019 tercatat perolehan devisa dari pariwisata sebesar 240 trilliun dengan peran terhadap PDB nasional di kisaran 8 persen.

Pariwisata menjadi sektor terdampak cukup berat di masa pandemi. Pada tahun 2019 jumlah wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan mencapai 17.771 kunjungan.

Memasuki pandemi tahun 2020, jumlah ini merosot menjadi 3.573 kunjungan. Data Passenger Exit Survey 2019 menunjukkan bahwa secara rata-rata pengeluaran wisman per perjalanan mencapai US$ 1.146.

Hal ini berarti bahwa pemasukan devisa dari wisatawan mancanegara menurun hingga 80 persen. Dalam kurun waktu April 2020 hingga Agustus 2021 tercatat tidak ada perjalanan wisman ke Sulawesi Selatan.

Seiring melonggarnya status PPKM, meluasnya cakupan vaksinasi serta kasus harian covid-19 yang mengalami perlambatan merupakan peluang mendongkrak kembali dunia pariwisata terutama wisatawan domestik.

Wisatawan domestik mampu memberikan efek berantai terhadap sektor angkutan, perhotelan, restoran, industri kreatif dan lain sebagainya.

Upaya membuka kembali tempat wisata, mall, restoran secara bertahap dengan syarat dan ketentuan berlaku merupakan bentuk adaptasi hidup berdampingan dengan corona.

Pengembangan sektor pariwisata dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan (new normal destination) beriringan dengan program vaksinasi menjadi pilihan.

Ketersediaan sarana protokol kesehatan (masker, cek suhu, sanitasi, hand sanitizer), pengawasan penerapan protokol kesehatan, pencegahan kerumunan, dan pembatasan kapasitas adalah kebijakan yang harus ditegaskan.

Pariwisata domestik mencakup perjalanan wisata di dalam maupun antar provinsi. Penduduk Sulawesi Selatan yang melakukan perjalanan wisata di dalam provinsi juga termasuk wisatawan domestik. Peluang pawisata domestik di Sulawesi Selatan cukup besar.

Mengutip dari publikasi Statistik Wisatawan Nusantara 2019, Sulawesi Selatan berada di peringkat kesembilan provinsi tujuan wisatawan domestik dengan 8,5 juta perjalanan dengan karakteristik sosiodemografis dan perilaku yang spesifik.

Karakteristik Sosiodemografis

Komposisi jenis kelamin wisatawan domestik yang melakukan perjalanan di Sulawesi Selatan hampir berimbang dengan persentase perempuan lebih tinggi sebesar 52 persen. Dominasi wisatawan domestik berusia muda di bawah 45 tahun cukup besar mencapai 74 persen.

Sebagian besar wisatawan domestik berstatus menikah (52 persen), dan kegiatan utamanya bekerja (43 persen) dengan jenis lapangan pekerjaan utama di sektor pertanian dan perdagangan.

Usia yang masih muda memungkinkan mobilitas perjalanan yang tinggi untuk menikmati banyak objek wisata. Apalagi dengan fakta menikah dan bekerja, berdampak pada kecenderungan pengeluaran yang lebih besar untuk berbelanja.

Melihat potensi perjalanan ke Sulawesi Selatan yang cukup besar diperlukan pengembangan diversifikasi jenis wisata yang memperhatikan aspek aksesbilitas, akomodasi dan atraksi.

Karakteristik Perilaku

Sebagian besar perjalanan wisatawan domestik ke Sulawesi Selatan bertujuan untuk mengunjungi teman/keluarga (48 persen) dan berlibur/rekreasi (34 persen).

Kenyataan bahwa motivasi mengunjungi teman/keluarga cukup tinggi berdampak pada rendahnya pemanfaatan hotel sebagai sarana akomodasi.

Hal ini perlu mendapat sentuhan kebijakan agar tingginya perjalanan wisatawan domestik mampu mengerek tingkat okupansi hotel. Tren wisata selama pandemi berupa staycation yaitu menginap dan menikmati fasilitas hotel atau villa harus mampu dikelola oleh pelaku industri akomodasi.

Rata-rata lama bepergian ke Sulawesi Selatan adalah 3-4 hari lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 2-3 hari. Jenis objek wisata yang paling banyak dikunjungi adalah wisata alam, wisata bahari dan wisata buatan.

Informasi teman/famili dan media sosial merupakan sumber informasi utama. Deretan fakta ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata dengan mengedapankan keramahan, pelayanan disertai kekuatan promosi sangat dibutuhkan. Kesan menyenangkan selama berwisata akan memicu perjalanan ulang dan "getok tular" informasi.

Rata-rata pengeluaran perjalanan ke Sulawesi Selatan sebesar 1,2 juta dengan tiga alokasi terbesar untuk pengeluaran transportasi udara, makanan/minuman dan belanja. Status menikah dan kelompok umur di rentang 35-44 tahun ternyata membelanjakan uang lebih banyak. Berdasarkan informasi ini pengembangan wisata kuliner dan wisata belanja cukup menjanjikan.

Data-data terkait karakteristik sosiodemografis dan perilaku wisatawan domestik akan bermanfaat pada kebijakan perencanaan produk wisata, diversifikasi objek wisata, segmentasi pasar dan strategi pemasaran.

Menghidupkan wisatawan domestik dengan tetap mewaspadai perkembangan Covid-19 diharapkan mampu menjadikan sektor pariwisata Sulawesi Selatan kembali bangkit.