Sabtu, 04 Desember 2021 20:36

Kenali Diabetes Mellitus, Cegah Komplikasinya

Kenali Diabetes Mellitus, Cegah Komplikasinya

Jika pankreas bermasalah dan produksi insulin berkurang atau tidak ada, maka menyebabkan peningkatan gula darah.

 

Pada bulan November kita telah memperingati Hari Diabetes Melitus sedunia. Hingga detik ini kita masih terus mengalami kenaikan angka kasus diabetes melitus. Maka dari itu, sobat sehat semua harus lebih mengenal lebih jauh lagi penyakit ini. Agar sobat sehat dapat terhindar dan mengenal lebih cepat kondisi ini.

 

Apa sih itu Diabetes Melitus ?

Diabetes Melitus (DM) atau yang lebih sering kita kenal sebagai kencing manis merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) akibat terganggunya pengeluaran insulin. DM merupakan salah satu penyakit tidak menular di masyarakat yang angka kejadiannya meningkat secara terus menerus. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2025 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun mencapai 300 juta orang di dunia.

Bagaimana proses peningkatan gula darah ?

Makanan yang kita makan mengandung glukosa akan masuk kedalam tubuh dan akan disimpan di otot dan lemak untuk digunakan oleh sel sebagai energi. Perpindahan glukosa menuju sel akan dibawa oleh insulin yang di hasilkan oleh pankreas. Jika pankreas bermasalah dan produksi insulin berkurang atau tidak ada, maka menyebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia).

Klasifikasi Diabetes Melitus

  • Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes tipe ini dikenal sebagai Insulin Dependent Diabetes Melitus yang artinya tubuh sangat membutuhkan sepenuhnya insulin dari luar akibat kerusakan pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Biasanya terjadi pada usia anak-anak atau remaja.

 

  • Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes tipe ini dikenal sebagai Non-Insulin Dependent Diabetes Melitus yang merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Pada kondisi ini, pankreas masih menghasilkan insulin untuk tubuh tetapi tidak optimal, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada insulin dari luar tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia tua dan pada kondisi dengan berat badan berlebih/obesitas.

 

  • Diabetes Melitus Gestasional (Kehamilan)

Diabetes ini terjadi selama proses kehamilan. Kondisi ini meliputi 2-5?ri seluruh diabetes. Jenis ini sangat penting diketahui karena dampaknya pada janin yang kurang baik bila tidak ditangani dengan benar.

 

Apa saja gejala Diabetes Melitus

Terdapat 3 gejala khas dari penderita Diabetes Meliitus yang harus kita ketahui, seperti :

  1. Sering merasa lapar dan terus ingin makan (Polifagi)
  2. Sering rasa kehausan sehingga pasien ingin minum (Polidipsi)
  3. Sering buang air kecil utamnaya pada malam hari (Poliuria)

 

Selain gejala khas diatas, terdapat beberapa gejala yang sering juga dirasakan pada penderita DM, yaitu :

  • Berat badan yang menurun tanpa sebab yang jelas
  • Lemas
  • Massa otot yang berkurang
  • Luka yang sulit sembuh
  • Mata menjadi buram
  • Nyeri pada tangan dan/atau kaki
  • Disfungsi ereksi/impotensi
  • Mulut kering
  • Munculnya bercak kehitaman di leher, ketiak, dan selangkangan (akantosis nigricans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulim.

 

Pencegahan Diabetes Melitus

Menurut WHO tahun 1994, upaya pencegahan diabetes terdapat 3 jenis atau tahap, yaitu :

  1. Pencegahan Primer

Melakukan semua aktivitas yang ditujukan untuk pencegahan timbulnya hiperglikemia pada individu yang beresiko terjadinya DM atau pada populasi umum, seperti

  • Rajin berolahraga minimal 30 menit sehari,
  • Menjaga berat badan agar tidak gemuk,
  • Mengurangi makan yang tinggi karbohidrat, seperti nasi, kentang,dll,
  • Perbanyak makan sayur dan buah,
  • Mengurangi konsumsi garam berlebih.

 

  1. Pencegahan Sekunder

Mendeteksi sedari dini pengidap DM dan dilakukan upaya untuk pencegahan komplikasi atau mencegah jatuh ke komplikasi lebih parah lagi. Dengan rajin mengontrol gula darah di Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan lainnya.

Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengekur gula darah, seperti :

  • Gula Darah Sewaktu

Tes yang digunakan untuk mengukur kadar gula darah secara acak saat itu tanpa harus berpuasa sebelumnya. Jika ditemukan kadar gula darah ? 200 mg/dl maka pasien terdiagnosis DM.

  • Gula Darah Puasa

Tes ini digunakan untuk mengukur kadar gula darah puasa, yang dimana pasien diminta berpuasa minimal 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Jika ditemukan kadar gula darah ? 126 mg/dl maka pasien terdiagnosis DM.

  • Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Tes ini dilakukan dengan cara pasien berpuasa 8 jam sebelum pengambilan darah gula darah puasa dan setelah itu diberikan glukosa 75 gram dalam 250 ml air dan diminum dalam 5 menit. Setelah itu pasien akan di periksa kadar gula darahnya 2 jam kemudian. Jika hasil pemeriksaan kadar gula darah 140-199 maka terjadi toleransi glukosa terganggu dan jika hasilnya ?200 mg/dl maka pasien terdiagnosis DM.

  • Tes HbA1c

Tes ini digunakan untuk mengukur kadar gula darah selama 2-3 bulan kebelakang. Dalam tes ini pasien tidak diharuskan berpuasa. Jika hasil HbA1c 5.7% merupakan kondisi normal dan jika hasilnya 6.5% merupakan kondisi diabetes.

 

  1. Pencegahan Tersier

Melakukan upaya-upaya agar tidak timbulnya komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi dan mencegah progresi penyakit. Adapun yang dapat dilakukan seperti minum obat DM yang teratur setiap hari tanpa putus dan melaporka ke dokter jika terdapat gejala-gejala baru yang dirasakan, seperti kesemutan, kebas, nyeri pada anggota gerak tubuh, gangguan penglihatan, dll.

 

Bagaimana pengobatan Diabetes Melitus ?

Pengobatan Diabetes Melitus secara farmakologis dengan menggunakaan Obat Anti Diabetes (OAD) yang diminum secara teratur dan tidak terputus, kecuali jiga terdapat gejala kekurangan gula darah (hipoglikemia) maka obat diberhentikan sementara dan turunkan dosisnya atau diganti dengan OAD yang lain. Pemberian OAD dan dosisnya harus berdasarkan hasil penilaian yang sudah di lakukan oleh dokter terhadap penderita.

 

Selain pengobatan secara farmakologis, terdapat juga pengobatan non-farmakologis yang penderita DM haruslakukan, yaitupengaturanmakanan dan aktivitasfisik. Salah satuparadigma yang harusdiubahbaik oleh masyarakatmaupunpasien DM sendiriadalahbahwapasien DM dapatmakansebagaimana orang lain pada umumnya. Namun yang harusdiperhatikanadalahtepatjumlah, tepatjenis, dan tepatjadwalmakanan yang dikonsumsi. Pasien DM juga direkomendasikanuntukmelakukanlatihanfisik paling tidak 3 haridalamseminggudenganjarakantarlatihantidaklebih 2 hariberturut-turut. Latihan fisikdilakukandenganintensitassedang.

 

Komplikasi Diabetes Melitus

Beberapa komplikasi yang dapat mucul pada penderita diabetes , seperti :

  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Gagal ginjal kronik
  • Katarak
  • Gangguan penglihatan
  • Neuropati diabetik/gangguan saraf
  • Demensia
  • Depresi
  • Luka yang sulit sembuh
  • Kerusakan kulit atau gangreneakibat infeksi bakteri dan jamur
  • Sepsis

Sedangkan pada ibu hamil yang menderita DM dan tidak terkontrol/tidak tertangani dengan baik. Dapat terjadi keluahan, seperti :

  • Keguguran
  • Kelahiran premature
  • Berat badan lahir berlebih
  • Meningkatkan resiko untuk menderita DM pada bayi saat dewasa

Jadi, sekarangsobatsehatsudahmengenallebihjauhlagitentangpenyakitdiabetes  atau yang lebihdikenalsebagikencingmanis oleh masyarakat. Selanjutnya, ayokita jaga dirikita dan sekelilingkitadaripenyakitkencingmanis/diabetes .