Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.
Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Ar-Rahman Ar-Rahim
Selasa, 09 November 2021 16:38

Hakikat Seorang Pahlawan di Zaman Milenial

Hakikat Seorang Pahlawan di Zaman Milenial

Berkorban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Itulah hakikat pahlawan pada zaman sekarang ini.

Mengenang Hari Pahlawan 10 November 2021

Pahlawan pada zaman sekarang ini bukan lagi pahlawan seperti pada zaman Revolusi, yang berjuang dengan memikul senjata.

Para pahlawan di zaman milenial ini adalah manusia-manusia yang mampu berjuang dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih.

Mulai hal yang paling kecil, minimal bisa tertib untuk diri sendiri, taat kepada hukum dan pemerintahan, mampu menciptakan kesejukan dan kedamaian tanpa membuat rusuh dan gaduh.

Mampu menghidupi dan menafkahi keluarga dengan baik. Harus mampu gotong royong bekerja sama berkontribusi dengan berkarya nyata untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dan yang paling utama adalah mampu berkontribusi dan berkarya nyata untuk kepentingan bangsa negara dan agama, tanpa harus mengedepankan pangkat dan jabatan.

Dengan demikian setiap orang bisa menjadi pahlawan, yang penting bisa bermanfaat, berbuat, berkarya nyata bagi diri dan lingkunganya.

Dengan kata lain yang ahli pertanian bisa bermanfaat untuk para petani. Yang ahli perikanan bisa bermanfaat bagi para nelayan. Yang ahli ekonomi bisa bermanfaat bagi para pengusaha dan pedagang. Yang ahli IT bisa bermanfaat untuk kepentingan teknologi dan industri, dan lain sebagainya.

Yang ahli politik tidak senantiasa membuat rusuh dan gaduh. Yang ahli agama tidak saling menghujat dan menjelekkan. Para birokrat dan pengusaha yang diberi amanah keuangan tidak jadi serakah terjebak korupsi dan manipulasi.

Demikian juga para aparatur pemerintah bisa menjadi pelayan masyarakat. Bukan malah jadi penguasa yang bermental arogan dan lain sebagainya.

Sebagaimana kata pepatah, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mampu bermanfaat bagi sesama dan llingkungannya. Yang mampu berkorban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih.

Ingat, berkorban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Itulah hakikat pahlawan pada zaman sekarang ini. Semoga kita semua bisa menjadi pahlawan-pahlawan baru. Minimal bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Syukur-syukur bisa menjadi pahlawan bagi bangsa, negara, dan agama dengan karya yang nyata. Bukan hanya sekadar omdo (omong doang) atau nato (Not action talking only) alias halu (halusinasi).

Kalau kata orang Sunda mah, sekarang mah sudah bukan zamannya lagi "pok pek prak", tapi "prak pek pok". Artinya prak, berbuat dulu dengan karya yang nyata.

Maka untuk itu, mulai saat ini mari kita berlomba-lomba dengan karya nyata agar kita bisa menjadi pahlawan yang sejatinya pahlawan di era milenial ini.

*Irjen Pol (purn) Dr H Anton Charliyan, MPKN adalah mantan kepala Polda Sulawesi Selatan