Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.
Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Ar-Rahman Ar-Rahim
Senin, 29 Maret 2021 10:09

Bom Bunuh Diri di Makassar; Model New Jahiliah, Dungu, dan Super Konyol

Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.
Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.

Sungguh sangat menyesakkan dan memprihatinkan sebagai sebuah bangsa besar yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan anti kekerasan.

Bom bunuh diri yang terjadi tepatnya hari Minggu (28/3/2021) di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, menurut kami dari Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Ar-Rahman Ar-Rahim, sangat konyol dan memalukan.

Apalagi terjadi di hari nisfu syakban. Hal ini sangat mencederai nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai islami, dan nilai-nilai peradaban sebagai sebuah bangsa.

Sungguh-sungguh memalukan seluruh umat dunia, memalukan diri kita sendiri sebagai bangsa Indonesia, yang telah menyepakati untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan keadilan sesuai sila ketiga Pancasila.

Sungguh sangat menyesakkan dan memprihatinkan sebagai sebuah bangsa besar yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan anti kekerasan.

Khusus bagi umat muslim di seluruh persada nusantara ini, di mana seharusnya di hari nisfu syakban ini, banyak berdoa, banyak istigfar memohon ampun kepala Yang Maha Kuasa, ini malah berbuat konyol dan sia-sia.

Untuk itu kami kelompok Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Ar-Rahman Ar-Rahim mengutuk keras atas terjadinya peristiwa bom Makassar ini. Turut prihatin kepada Gereja Katedral Makassar dan seluruh umat Nasrani yang ada di Indonesia.

Kita ini sering belajar sejarah, tapi ternyata tidak pernah belajar dari sejarah. Tidak cukupkah kita belajar dari peristiwa-peristiwa di masa lalu mulai dari bom Bali, bom tahun baru, bom kedubes AS, bom Hotel J.W. Marriot, bahkan sampai bom Mabes Polri yang sudah membawa kesedihan, kepedihan, kerusakan, dan korban jiwa? Nilai apa sesungguhnya yang ingin diperjuangkan oleh kelompok aksi-aksi bom bunuh diri tersebut?

Baik dari sisi nilai juang spirit nasionalis maupun nilai religius agamis, kami kira kita sepakat, tidak ada sama sekali. Nol besar.

Mereka ini sebagai mana yang pernah terungkap dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, hanya merupakan kelompok frustrasi yang berjuang mengatasnamakan agama, berjubah agama khususnya agama Islam (terbukti dengan munculnya nama sebagai kelompok ISIS, JI, JAT, dll). Padahal, sesungguhnya merusak nilai-nilai Islam itu sendiri, bahkan pengadu domba sejati antarumat.

Justru dengan munculnya kembali aksi bom bunuh diri Makassar ini, sebagai salah satu markas pusat JAT, makin menguatkan kepada kita semua bahwa kelompok mereka tersebut merupakan kelompok yang konyol sebagai new jahiliah model kini dan betul-betul asli dungu.

Mereka ingin memecah umat, ingin merusak nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai islami itu sendiri, yang kita ketahui bersama cinta damai dan anti kekerasan yang rahman dan rahim, yang penuh penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan demikian, tidak ada lagi julukan yang lebih pantas untuk kelompok bom bunuh diri Makassar sebagai kelompol new jahiliah yang super dungu dan konyol.

Kolom Populer
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar
Dosen Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Advokat Senior, dan Praktisi Hukum Pemilu/Konstitusi