Senin, 28 September 2026 17:28

Bentrokan Kelompok di Makassar Telan Korban Jiwa, Sejumlah Anggota Diperiksa Intensif

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto. (Dok Rakyatku)
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto. (Dok Rakyatku)

Sejumlah oknum anggota polisi diperiksa intensif

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Penyebab meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19) saat terjadi bentrokan antar kelompok di Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Minggu (27/9/2026) masih menjadi misteri.

Untuk mengungkap penyebab pastinya, sedikitnya 7 oknum anggota polisi diperiksa secara intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan.

"Anggota yang diperiksa sebanyak tujuh orang. Termasuk kapolsek yang bertugas di wilayah tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap saksi-saksi dari masyarakat," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto pada Senin (28/9/2026).

Baca Juga : Satu Korban Jiwa Dalam Bentrokan di Makassar, Propam Turun Tangan

Polisi juga telah mengantongi hasil autopsi terhadap jenazah Rafli setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga. Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan jenis proyektil maupun senjata yang menyebabkan luka tersebut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan balistik yang dilakukan Laboratorium Forensik.

"Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal akibat luka di bagian tubuh sebelah kiri. Luka tersebut berada di area punggung atau rusuk ketiga sebelah kiri dan menembus hingga ke bagian pundak kanan. Hasil uji balistik nantinya diharapkan dapat mengungkap karakteristik proyektil, termasuk ukuran dalam milimeter dan jenis peluru yang digunakan," bebernya.

Untuk mencegah bentrokan serupa terjadi, Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel meningkatkan pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan konflik.

Baca Juga : Pencuri Brankas di Al-Markaz Ditangkap, Uang Dibelikan Sabu dan Judol

"Patroli skala besar ditingkatkan. Selain itu fungsi intelijen dan Binmas terus melakukan penggalangan untuk mencegah konflik kembali terjadi dan menjaga situasi keamanan masyarakat tetap kondusif," jelas Didik.

#Ferdy Sambo