RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Akses terhadap fasilitas pendidikan serta kelestarian ekosistem pesisir kerap menjadi tantangan mendasar di wilayah kepulauan. Menjawab persoalan tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulselbarra Maluku mengintegrasikan intervensi sosial dan lingkungan lewat aksi nyata di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BUMN ini menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi deretan siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera di SDI Barrang Lompo. Tak berhenti pada aspek akademik, langkah pemulihan lingkungan juga ditempuh secara bersamaan melalui program transplantasi terumbu karang di perairan pulau tersebut.
Pemimpin Wilayah VI PT Pegadaian Sulselbarra Maluku, Pratikno, menegaskan bahwa ketimpangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak pesisir untuk meraih cita-cita.
Baca Juga : Sasar 8.400 Penerima Manfaat, Kolaborasi Alfamart dan Sweety Bawa Layanan Posyandu Lebih Dekat ke Warga
"Pendidikan adalah fondasi masa depan. Keterbatasan fasilitas di wilayah kepulauan jangan sampai memadamkan semangat belajar anak-anak. Kehadiran Pegadaian bukan sekadar berfokus pada kinerja bisnis, melainkan menghadirkan dampak sosial serta ekologis yang terukur dan berkelanjutan," tegas Pratikno di sela-sela kegiatan.
Langkah terpadu ini juga dirancang untuk memperkuat implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan Poin 14 terkait Pelestarian Ekosistem Lautan.
Agenda ini turut menggalang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pimpinan wilayah Pegadaian, pemerintah kelurahan, unsur TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), hingga pegiat lingkungan dari Bank Sampah Asoka.
Lurah Barrang Lompo mengapresiasi tinggi sinergi multi-pihak ini. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan edukasi yang dipadukan dengan upaya pemulihan terumbu karang memberikan manfaat ganda bagi masa depan generasi muda dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
