Kamis, 17 September 2026 18:14

Dama dan Si Gabus Jadi Maskot Resmi PORPROV XVIII Sulsel 2026 di Bone-Wajo

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dama dan Si Gabus Jadi Maskot Resmi PORPROV XVIII Sulsel 2026 di Bone-Wajo

Konsep Si Gabus dibangun dari empat unsur utama, yakni ikan gabus, Sutra Sengkang, obor, dan semangat. Keempatnya menjadi satu kesatuan pesan tentang kekuatan, identitas budaya, sportivitas, persatuan, dan perjuangan meraih prestasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Maskot Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026 mulai diperkenalkan dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan yang digelar di Kantor KONI Sulsel, Rabu (16/9/2026).

Dua maskot yang disiapkan untuk merepresentasikan tuan rumah PORPROV XVIII, yakni Dama untuk Kabupaten Bone dan Si Gabus untuk Kabupaten Wajo. Keduanya dirancang dengan mengangkat identitas, budaya, serta potensi lokal masing-masing daerah.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Sekretaris Umum KONI Sulsel, Rahmansyah, dan membahas sejumlah agenda penting menuju pelaksanaan PORPROV XVIII. Pembahasan meliputi kesiapan venue cabang olahraga (cabor), akomodasi atlet, konsep pembukaan dan penutupan, dukungan pendanaan setiap cabor, hingga peluncuran maskot.

Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Percepat Penuntasan Administrasi Kependudukan dengan Kolaborasi PKK

Pertemuan itu dihadiri unsur Dispora Sulsel, jajaran pengurus KONI Sulsel, Dispora dan KONI Bone, Dispora dan KONI Wajo, sebanyak 45 Technical Delegate (TD) cabor, serta Komisi Keabsahan PORPROV XVIII KONI Sulsel.

Ketua KONI Sulsel, Darmawangsyah Muin, mendorong kolaborasi yang lebih erat antara KONI Sulsel dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Dispora, untuk memastikan seluruh tahapan PORPROV XVIII berjalan secara terkoordinasi.

Menurut Darmawangsyah, PORPROV tidak hanya menjadi agenda kompetisi olahraga tingkat provinsi. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Sulsel secara berjenjang untuk menemukan talenta potensial yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional.

Baca Juga : Wabup Gowa Dukungan Kolaborasi dengan TNI Buka Akses Jalan Baru

Ia menegaskan, hasil PORPROV XVIII diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam menyiapkan atlet menuju Pra-PON hingga PON 2028, dengan target Sulawesi Selatan menembus posisi 10 besar nasional.

“PORPROV bukan sekadar ajang rutin, tetapi menjadi instrumen penting untuk menjaring talenta juara yang akan kita bina secara berjenjang menuju Pra-PON hingga PON 2028,” ujar Darmawangsyah.

Untuk Kabupaten Bone, maskot yang diperkenalkan bernama Dama. Karakter ini divisualisasikan sebagai sosok berwarna merah dengan tampilan kuat dan ekspresif, sekaligus membawa sejumlah atribut yang merepresentasikan identitas budaya Bugis dan Bone.

Baca Juga : Darmawangsyah Muin Tekankan Loyalitas Kader Gerindra dan Semangat Pengabdian

Dama mengenakan songkok recca khas Bone berwarna hitam. Dalam konsep maskot, songkok tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap adat, kebijaksanaan, serta keteguhan dalam memegang nilai-nilai budaya.

Ekspresi wajah Dama yang ceria dengan senyum lebar menggambarkan keterbukaan dan keramahan. Sementara unsur tanduk atau rambut menyerupai duri pada bagian kepala memperkuat karakter keberanian dan kekuatan.

Dama juga membawa badik, senjata tradisional yang dalam filosofi maskot dimaknai sebagai simbol ketegasan, keberanian menghadapi tantangan, serta keberanian membela kebenaran.

Baca Juga : Selamat Ulang Tahun ke 44 Andi Tenri Indah, Istri Wakil Bupati Gowa

Identitas Bugis semakin terlihat melalui busana yang digunakan, berupa perpaduan jas tutup dan lipa' sabbe. Sementara tangan terbuka dan postur tubuh yang kuat menggambarkan kekuatan kolektif, kerja sama, dan semangat gotong royong.

Bagian kaki Dama dibuat kokoh dan menghadap ke depan. Elemen tersebut dimaknai sebagai keteguhan, kepercayaan diri, keberanian melangkah maju, serta kesiapan menghadapi tantangan.

Filosofi Dama juga merangkum nilai-nilai utama masyarakat Bugis, yakni siri' na pacce yang berkaitan dengan harga diri dan solidaritas, lempu atau kejujuran, warani atau keberanian, getteng atau keteguhan pendirian, serta amaccang yang bermakna kecerdasan.

Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa

Nama DAMA ditampilkan dengan tulisan besar berwarna merah, disertai tagline “Kota Beradat Bumi Arung Palakka”. Identitas tersebut menegaskan posisi maskot sebagai representasi budaya dan karakter masyarakat Bone.

Sementara Kabupaten Wajo memperkenalkan Si Gabus sebagai maskot PORPROV XVIII Wajo 2026. Karakter tersebut mengambil bentuk ikan gabus yang digambarkan menyerupai atlet dengan postur tegap dan ekspresi penuh semangat.

Si Gabus membawa obor PORPROV XVIII Wajo 2026. Obor menjadi simbol semangat, sportivitas, perjuangan, dan tekad untuk meraih prestasi.

Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa

Karakter ikan gabus dipilih karena terinspirasi dari ikan yang terdapat di Danau Tempe. Dalam filosofi maskot, ikan tersebut menggambarkan kekuatan, ketahanan, kegesitan, serta kemampuan beradaptasi yang diharapkan menjadi karakter para atlet Wajo.

Identitas budaya Wajo ditampilkan melalui penggunaan motif Sutra Sengkang pada busana Si Gabus. Motif tersebut menjadi simbol identitas, budaya, dan kebanggaan daerah.

Perpaduan pakaian bermotif tradisional dengan atribut olahraga seperti sepatu atlet menunjukkan upaya menggabungkan warisan budaya lokal dengan semangat olahraga modern. Lambang Kabupaten Wajo pada bagian dada semakin memperkuat identitas Si Gabus sebagai maskot tuan rumah.

Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa

Konsep Si Gabus dibangun dari empat unsur utama, yakni ikan gabus, Sutra Sengkang, obor, dan semangat. Keempatnya menjadi satu kesatuan pesan tentang kekuatan, identitas budaya, sportivitas, persatuan, dan perjuangan meraih prestasi.

Palet warna yang digunakan juga memiliki makna. Merah merepresentasikan semangat keberanian, biru menggambarkan Danau Tempe dan ketenangan, hijau toska merepresentasikan identitas Wajo, putih bermakna sportivitas dan kejujuran, sementara kuning melambangkan kejayaan dan prestasi.

Konsep tersebut diperkuat dengan slogan “Bersatu Kita Juara, Wajo Berprestasi!” yang ditempatkan pada bagian bawah desain maskot.

Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa

Kehadiran Dama dan Si Gabus sekaligus memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menerjemahkan identitas tuan rumah PORPROV XVIII. Dama mengangkat nilai adat, karakter, dan filosofi masyarakat Bugis-Bone, sedangkan Si Gabus menggabungkan potensi Danau Tempe, Sutra Sengkang, dan semangat olahraga Wajo.

Dengan diperkenalkannya kedua maskot tersebut, PORPROV XVIII tidak hanya membawa pesan kompetisi dan prestasi olahraga, tetapi juga menjadikan kearifan lokal Bone dan Wajo sebagai bagian dari identitas penyelenggaraan. 

#Darmawangsa Muin #Pemkab Gowa