RAKYATKU.COM, BANGKOK — Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) terus memperluas jangkauan akademiknya di kancah global. Langkah ini ditunjukkan melalui kunjungan delegasi FH Unhas ke kantor United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific di Bangkok, Thailand, pada Rabu (16/9/2026).
Rombongan FH Unhas dipimpin langsung oleh Dekan Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki potensi kemitraan strategis di bidang pendidikan, riset, serta peningkatan kapasitas penegakan hukum.
Dalam agenda tersebut, Prof. Hamzah didampingi oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni Prof. Birkah Latif; Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan Dr. Andi Tenri Famauri; Sekretaris Departemen Hukum Internasional Dr. Kadarudin; serta dosen senior Dr. Laode M. Syarif.
Baca Juga : Bea Cukai Makassar Musnahkan Barang Ilegal Rp46 Miliar, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp30 Miliar
Pertemuan lintas lembaga ini menjadi sarana bagi FH Unhas untuk memaparkan keunggulan akademiknya, sekaligus merumuskan agenda kolaborasi yang sejalan dengan fokus kerja UNODC. Isu strategis yang menjadi topik pembahasan meliputi penanganan kejahatan lintas negara (transnational crimes), pemberantasan korupsi, perlindungan lingkungan hidup dari kejahatan sumber daya alam, hingga penguatan kapasitas aparatur hukum.
Prof. Hamzah menegaskan bahwa diplomasi akademik ini dirancang agar tidak sekadar menjadi formalitas kelembagaan, melainkan memberikan dampak nyata.
"Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum," ujar Dekan FH Unhas tersebut.
Baca Juga : Fikri dan Faqih Bawa Nama RHIS Berprestasi di Korpasgat Karate Championship 2026
Beberapa tawaran program konkret yang diajukan FH Unhas mencakup peluang magang bagi mahasiswa, pelatihan profesional, kolaborasi riset, penyelenggaraan seminar internasional, hingga pertukaran akademisi. Pihak UNODC juga diundang untuk terlibat langsung sebagai dosen tamu maupun pakar dalam kegiatan akademik di kampus Unhas.
Pada kesempatan yang sama, FH Unhas turut mengenalkan dua lembaga riset unggulannya:
Research Center for Prosecution: Pusat kajian yang telah berdiri lebih dari satu dekade untuk mendukung pengembangan studi penuntutan.
Baca Juga : Dominasi IPP Dinilai Gerus Kendali PLN, SP PLN: Jangan Sampai Krisis Listrik Dibayar Rakyat
Research Center for Police Forces: Pusat riset kepolisian yang baru saja diresmikan untuk memperkuat studi penegakan hukum berbasis bukti (evidence-based research).
Kedua pusat riset ini diharapkan mampu menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan lembaga penegak hukum internasional.
Sebagai langkah konkret berikutnya, FH Unhas telah mengundang jajaran UNODC untuk melakukan kunjungan balasan ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna mematangkan poin-poin kesepakatan kerja sama tersebut.
