Senin, 14 September 2026 14:45
Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar melakukan penandatanganan Implementation Agreement on Student Research Collaboration bersama Keio University, Shonan Fujisawa Campus (SFC), Jepang, yang berlangsung di Co-Working Space Poltekpar Makassar pada Jumat (4/9).
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar terus memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional.

 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan Implementation Agreement on Student Research Collaboration bersama Keio University, Shonan Fujisawa Campus (SFC), Jepang, yang berlangsung di Co-Working Space Poltekpar Makassar pada Jumat (4/9).

Kesepakatan strategis ini ditandatangani langsung oleh Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., bersama Yo Nonaka, Ph.D., selaku Chairperson of Malay-Indonesian Language Laboratory, Faculty of Policy Management, Keio University. Kerjasama ini berlaku selama satu tahun ke depan dengan fokus utama pada pengembangan penelitian kolaboratif mahasiswa di sektor pariwisata, perhotelan, hingga seni kuliner.

Baca Juga : Gandeng Pakar Belanda, Poltekpar Makassar Gelar International Capacity Building Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi Pariwisata

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, menyatakan bahwa kolaborasi riset internasional ini dirancang untuk memperluas cakrawala pemikiran serta mengasah kompetensi para mahasiswa di lingkungan akademik bertaraf global. Melalui program ini, mahasiswa kedua institusi akan terlibat aktif dalam pembentukan tim riset bersama, penyelenggaraan research workshop, hingga penyusunan publikasi hasil penelitian.

 

Momen penandatanganan tersebut juga dirangkaikan dengan program Fieldwork Project in Indonesia for Mutual Understanding yang digelar pada 4–7 September 2026.

Sebanyak enam mahasiswa dan dua dosen dari Keio University terjun langsung melakukan penelitian lapangan bersama mahasiswa Poltekpar Makassar di Desa Lakkang, dilanjutkan dengan kegiatan Educational Trip guna mendalami konteks budaya dan pariwisata lokal Makassar. Seluruh rangkaian riset ditutup dengan sesi presentasi hasil temuan lapangan pada Senin (7/9).