RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Politeknik Pariwisata Makassar memperkuat posisinya sebagai institusi vokasi unggulan setelah resmi mengantongi sertifikasi internasional ISO 21001:2018 untuk sistem manajemen organisasi pendidikan.
Sertifikat tersebut diterbitkan oleh Guardian Independent Accreditation Limited usai kampus ini dinilai memenuhi standar global melalui proses asesmen menyeluruh, mencakup tata kelola akademik hingga layanan pendukung pendidikan.
Pencapaian ini menjadi langkah strategis di tengah tuntutan industri pariwisata yang semakin kompetitif dan berbasis standar internasional. Tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga bagaimana institusi mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang terukur, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga : Tiga Warna Media Network Dorong Literasi Keuangan, Bahas Keamanan Tabungan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Di internal kampus, penguatan sistem mutu digerakkan oleh Satuan Penjaminan Mutu (SPM) yang memastikan implementasi standar berjalan konsisten. Pengawasan dilakukan secara berkala, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, dengan melibatkan seluruh civitas akademika.
Ruang lingkup sertifikasi mencakup seluruh program vokasi di sektor pariwisata, mulai dari tata hidang, seni kuliner, perhotelan, hingga manajemen event dan perjalanan wisata. Artinya, standar mutu tidak hanya berlaku di ruang kelas, tetapi juga pada praktik lapangan yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Standar ISO 21001:2018 sendiri dirancang khusus untuk organisasi pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan belajar, kepuasan peserta didik, serta efektivitas sistem manajemen. Implementasinya mendorong institusi untuk lebih responsif terhadap perubahan industri dan kebutuhan pasar kerja.
Baca Juga : Elnusa Petrofin Perkuat Kolaborasi Media di Makassar, Dorong Narasi Energi yang Lebih Dekat dengan Daerah
Sertifikasi yang berlaku hingga Maret 2029 ini juga mensyaratkan audit berkala guna memastikan standar tetap dijalankan secara konsisten, bukan sekadar pencapaian administratif.
Dengan capaian ini, Poltekpar Makassar tidak hanya memperkuat legitimasi sebagai lembaga pendidikan berstandar internasional, tetapi juga menegaskan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang siap bersaing di tingkat global.
