RAKYATKU.COM, JAKARTA – Pertumbuhan industri kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) terus menunjukkan tren positif di tengah perlambatan pasar otomotif global. Salah satu indikatornya terlihat dari kinerja BYD, produsen kendaraan listrik asal China yang kembali mencatatkan peningkatan penjualan secara global sepanjang Juni 2026.
Berdasarkan data perusahaan, BYD membukukan penjualan 403.472 unit pada Juni 2026 atau meningkat 5,22 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 383.453 unit. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi BYD sebagai salah satu pemain utama industri kendaraan energi baru dunia sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) maupun teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Pertumbuhan tersebut turut tercermin di pasar Indonesia. Pada periode yang sama, BYD berhasil mencatatkan penjualan 5.264 unit, sekaligus menempatkannya di posisi empat besar merek mobil terlaris nasional selama Juni 2026.
Baca Juga : Makassar Jadi Gerbang Indonesia Timur, Indomobil Emotor Kenalkan QT dan QT Pro
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami percepatan seiring meningkatnya pilihan produk, berkembangnya infrastruktur pendukung, serta semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.
Haka Auto Rasakan Dampak Positif
Pertumbuhan penjualan BYD turut memberikan dampak terhadap jaringan dealer resminya di Indonesia, termasuk Haka Auto yang menjadi salah satu mitra strategis BYD dalam memperluas pasar kendaraan listrik nasional.
Baca Juga : Mengenal Honda New Vario 160 Evo, Apa Arti EVO, Bedanya dengan Vario 160 Sebelumnya?
Sales Support Manager Haka Auto, Bayu Marfiadi, mengatakan tren kenaikan penjualan BYD sepanjang Juni juga tercermin pada performa penjualan di seluruh jaringan dealer Haka Auto.
Menurutnya, beberapa model menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan tersebut.
"Peningkatan penjualan lineup BYD pada Juni juga terasa di Haka Auto melalui dua produk primadona, yakni BYD Atto 1, khususnya varian Premium dan Standard, serta BYD M6 DM. Sementara itu, BYD M6 EV juga menjadi volume maker yang memperkuat performa penjualan di jaringan dealer Haka Auto," ujar Bayu.
Baca Juga : Berkendara Aman dengan Motor Listrik, Ini Perbedaan yang Perlu Dipahami Pengguna
Ia menilai kombinasi kendaraan listrik murni (BEV) dan teknologi Dual Mode Plug-in Hybrid (DM) menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya minat masyarakat.
Menurut Bayu, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari, baik yang mengutamakan efisiensi energi maupun fleksibilitas penggunaan.
"Kehadiran berbagai pilihan produk tersebut memberikan alternatif yang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih efisien, ramah lingkungan, sekaligus sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka," katanya.
Baca Juga : AHM Perkuat Link and Match Industri Otomotif, SMK di Kendal Disulap Jadi Bengkel Berstandar AHASS
Perkuat Layanan Purna Jual
Seiring bertambahnya populasi kendaraan BYD di Indonesia, Haka Auto juga terus memperkuat layanan purna jual sebagai bagian dari strategi mempertahankan kepuasan pelanggan.
Aftersales Manager Haka Auto, Raymond Muldhany, mengatakan pertumbuhan bisnis harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan agar pengalaman kepemilikan kendaraan listrik semakin optimal.
Baca Juga : Dari Avanza ke Zenix: Kisah Konsumen Menjaga Nilai Investasi Melalui Toyota
"Kami secara berkelanjutan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, seiring jumlah outlet Haka Auto yang akan terus berkembang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," ujar Raymond.
Menurutnya, pengembangan jaringan dealer yang dilengkapi layanan 3S (Sales, Service, dan Spare Parts) menjadi fokus perusahaan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan konsumen di berbagai daerah.
Pasar Kendaraan Listrik Semakin Kompetitif
Baca Juga : Dari Avanza ke Zenix: Kisah Konsumen Menjaga Nilai Investasi Melalui Toyota
Pengamat menilai pertumbuhan BYD menunjukkan persaingan kendaraan listrik di Indonesia memasuki fase baru. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan teknologi, tetapi juga kualitas layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta kemudahan akses jaringan dealer.
Dengan pertumbuhan penjualan global yang terus meningkat serta posisi Indonesia sebagai salah satu pasar potensial di Asia Tenggara, BYD bersama jaringan dealer seperti Haka Auto diperkirakan akan terus memperkuat investasi dan layanan untuk menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik yang diproyeksikan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
