Selasa, 14 Juli 2026 20:47

Antisipasi Risiko Siber hingga AI, OJK Gaungkan Tata Kelola Masa Depan di RGS 2026

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Risk and Governance Summit (RGS) 2026, mengusung tema “Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity” di Jakarta pada Selasa (14/7/2026).
Risk and Governance Summit (RGS) 2026, mengusung tema “Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity” di Jakarta pada Selasa (14/7/2026).

Gelar RGS 2026, OJK perkuat tata kelola (GRC) dan manajemen risiko guna tangkal ancaman siber serta penyalahgunaan AI demi ekonomi berkelanjutan.

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fondasi sektor jasa keuangan nasional agar tetap tangguh, adaptif, dan kompetitif di tengah dinamika global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pergelaran forum berskala besar, Risk and Governance Summit (RGS) 2026, yang mengusung tema “Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity” di Jakarta pada Selasa (14/7/2026).

Sinergi ini diarahkan untuk membangun integrasi yang kokoh antara tata kelola (governance), manajemen risiko, dan budaya integritas guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Garda Depan Mitigasi Risiko Global dan Transformasi GRC

Baca Juga : Tindak Lanjut Putusan MK, OJK Izinkan Pencairan Sekaligus Manfaat Dana Pensiun dari Pesangon

Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, memaparkan bahwa organisasi saat ini dihadapkan pada eskalasi risiko global yang bergerak sangat cepat dan kompleks. Beberapa tantangan utama yang wajib diantisipasi meliputi ancaman siber, potensi penyalahgunaan kecerdasan artifisial (AI), perubahan regulasi yang dinamis, ketidakpastian geopolitik, hingga dampak nyata dari perubahan iklim.

Menurut Sophia, kerangka kerja Governance, Risk, and Compliance (GRC) kini telah bertransformasi dari yang semula sekadar instrumen pemenuhan kepatuhan (compliance) menjadi pilar utama pertahanan organisasi.

“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada formulasi kebijakan yang baik, tetapi sangat bergantung pada kualitas tata kelola yang mampu mengeksekusinya menjadi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegas Sophia dalam pemaparannya.

Baca Juga : Tindak Lanjut Putusan MK, OJK Izinkan Pencairan Sekaligus Manfaat Dana Pensiun dari Pesangon

Langkah penguatan GRC ini juga dinilai selaras dengan Asta Cita ketujuh Pemerintah RI yang berfokus pada reformasi birokrasi, pencegahan korupsi, serta implementasi tata kelola pemerintahan yang bersih.

Kredibilitas Investasi dan Katalisator Inovasi Digital

Apresiasi dan dukungan senada datang dari berbagai kementerian. Menko Perekonomian yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menegaskan bahwa tata kelola yang kredibel adalah kunci utama dalam memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha sekaligus memikat kepercayaan para investor global. Konsep future-ready governance harus diposisikan sebagai sistem deteksi dini (early warning system) sebelum risiko berkembang menjadi krisis makro.

Baca Juga : Tindak Lanjut Putusan MK, OJK Izinkan Pencairan Sekaligus Manfaat Dana Pensiun dari Pesangon

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital yang diwakili Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menambahkan bahwa digitalisasi harus diletakkan sebagai pengungkit produktivitas nasional, bukan sekadar tujuan akhir. Menurutnya, tata kelola yang adaptif tidak akan mematikan daya cipta, melainkan menjadi landasan kokoh yang melahirkan inovasi digital yang aman dan berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Kompetisi Karya Ilmiah Muda

RGS 2026 yang diselenggarakan secara hybrid ini sukses menyedot perhatian lebih dari 20.000 peserta luring dan daring, yang mencakup jajaran pimpinan lembaga jasa keuangan, asosiasi profesi GRC, regulator, hingga akademisi.

Baca Juga : Tindak Lanjut Putusan MK, OJK Izinkan Pencairan Sekaligus Manfaat Dana Pensiun dari Pesangon

Forum ini menghadirkan diskusi panel dan GRC insight bersama para pakar terkemuka dari dalam dan luar negeri, termasuk representasi dari Meta, Danantara Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, University of Antwerp, UNOPS, Orbis Business School, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Sebagai langkah nyata mendorong keterlibatan generasi muda, OJK juga menggelar Innovation Paper Competition Volume 2 bertema “Building Digital Trust and Ethical Governance for Indonesia’s Future”. Kompetisi ilmiah ini berhasil menjaring sebanyak 408 karya ilmiah dari 135 perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia.

##RGS2026 ##OJK ##Governance ##ManajemenRisiko ##TransformasiDigital ##AstaCita ##IndonesiaEmas2045 ##InfoEkonomi