Jumat, 04 September 2026 12:32

Menkes Budi Gunadi: Integrasi Asuransi Swasta dan BPJS Kurangi Beban 'Out of Pocket' Warga

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menkes Budi Gunadi: Integrasi Asuransi Swasta dan BPJS Kurangi Beban 'Out of Pocket' Warga

5 perusahaan asuransi (AIA, BRI Life, Manulife, BCA Life) dan 7 grup RS (Siloam, Hermina, Primaya) resmi PKS KAPJ percepat klaim.

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mendorong transformasi menyeluruh pada sistem pembiayaan kesehatan nasional. Melalui skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), pemerintah berupaya menekan biaya medis bagi masyarakat serta mengurangi beban pembayaran langsung secara mandiri (out-of-pocket) saat berobat.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa penguatan sinergi antara BPJS Kesehatan, perusahaan asuransi komersial, dan jaringan fasilitas kesehatan sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang seimbang dan tahan lama.

"Tujuaannya adalah pembiayaan kesehatan kalau bisa dibuat bagi masyarakat dan negara semurah mungkin, hasilnya sebagus mungkin, dan ekosistemnya itu berkesinambungan. Jadi bisa berkembang dengan normal dan sustainable," tegas Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga : Siloam hingga Hermina Sepakati PKS KAPJ: Proses Administrasi Pasien Asuransi Kini Lebih Cepat

Menurut Menkes, kunci utama dari keberhasilan KAPJ terletak pada penyelarasan mekanisme pembayaran dan sinkronisasi pertukaran data klaim antara BPJS Kesehatan, asuransi swasta, dan rumah sakit. Dengan sistem terintegrasi ini, proses klaim tidak lagi berbelit-belit, hambatan administrasi berkurang, serta skema jaminan komplementer dapat berjalan secara beriringan tanpa tumpang tindih.

#Asuransi Swasta #Rumah sakit #PKS #KAPJ #Siloam #Hermina #Primaya #Administrasi Klaim