Kamis, 03 September 2026 18:43

Pemkot Sayembara Logo HUT ke-419 Kota Makassar

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pemkot Sayembara Logo HUT ke-419 Kota Makassar

"Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pemkot Makassar, melalui Dinas Pariwisata kembali menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar untuk menggelar sayembara desain logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ADGI Hub sekaligus ruang partisipasi bagi para desainer grafis lokal untuk menerjemahkan semangat, karakter, sejarah, serta arah masa depan Kota Makassar ke dalam identitas visual.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sayembara tersebut kembali digelar setelah pelaksanaan perdana pada tahun sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku industri kreatif.

Baca Juga : RPH Tamangapa Akan Bertransformasi Jadi Kawasan Terintergrasi Miliki Greenhouse Hingga Rumah Manggot

Menurutnya, proses perancangan identitas Hari Jadi Kota Makassar tahun ini diharapkan menghasilkan konsep visual yang memiliki landasan konseptual kuat, relevan dengan karakter Makassar, mudah diaplikasikan, serta mampu membangun identitas yang konsisten di berbagai media komunikasi.

"Menyambut HUT Kota Makassar, kita melakukan sayembara seperti tahun lalu, bekerja sama dengan ADGI Chapter Makassar sebagai wadah mereka untuk mengumpulkan ide-ide gagasan berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Kota Makassar tahun 2016," ujarnya.

Hal itu, disampaikan Ahmad Hendra usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kantor Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga : Pembangunan Jembatan Barombong Terkendala Lahan yang Bersengketa

Ia menjelaskan, tema Hari Jadi Kota Makassar telah diajukan kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Tema tersebut nantinya menjadi dasar bagi para desainer dalam merancang logo dan identitas visual.

"Untuk Tema, sudah kita ajukan ke Pak Wali. Nanti berdasarkan tema tersebut, itu nanti akan dijadikan logo," katanya.

Hendra mengatakan, melalui kolaborasi dengan ADGI, proses sayembara tidak sekadar menjadi kompetisi desain. 

Baca Juga : Appi Tinjau Pasar Pa’baeng-baeng Pasca Terbakar

Para peserta nantinya akan melewati proses kuratorial sehingga konsep yang dihasilkan dapat dikembangkan secara maksimal.

"Kita ingin melihat bagaimana desainer menerjemahkan identitas Makassar bukan hanya dari sisi simbol, tetapi juga dari kekayaan sejarah, energi masyarakatnya, dan visi Pemerintah Kota Makassar," tuturnya.

Hendra menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan profesi desain dapat memperkaya perspektif dalam membangun citra Makassar sebagai kota tujuan pariwisata sekaligus pusat kreativitas di Indonesia Timur.

Baca Juga : Appi Pantau Penyaluran Air Bersih dan Spam Air di Kecamatan Tallo

"Kami berharap identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar nantinya tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi mampu merepresentasikan kondisi Makassar saat ini dan visi kota yang hendak diwujudkan ke depan," harapnya.

Sedangkan, Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Weri, menambahkan, proses sayembara tahun ini berbeda dengan sayembara desain pada umumnya.

Peserta terlebih dahulu diwajibkan mengirimkan portofolio untuk diseleksi. Dari seluruh portofolio yang masuk, ADGI akan memilih sekitar tiga hingga lima peserta atau tim untuk mengikuti proses kuratorial dan pengembangan desain.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

"Kalau sayembara pada umumnya, sembarang orang bisa mengirimkan desain. Kalau yang ini tidak, mereka mengirimkan portofolio dulu. Yang lolos seleksi akan masuk final dan lanjut proses perancangan," katanya.

Menurutnya, peserta yang ingin mengikuti open call harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki KTP Makassar dan/atau berdomisili di Kota Makassar.

Peserta dari luar daerah tetap diperbolehkan mengikuti proses tersebut sepanjang dapat membuktikan domisilinya di Kota Makassar, misalnya melalui surat keterangan domisili.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Selain itu, peserta minimal memiliki pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer serta mempunyai portofolio yang dapat menjadi bahan penilaian awal.

"Minimal pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer dan memiliki portofolio," jelasnya.

Untuk peserta yang mendaftar dalam bentuk tim, jumlah anggota minimal tiga orang. Menurut Andi, ketentuan tersebut disesuaikan dengan cakupan pekerjaan perancangan identitas visual yang dinilai tidak ideal jika dikerjakan seorang diri.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Lanjut dia, proses perancangan ini tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang karena cakupannya luas dan yang mau dibuat banyak. 

"Kalau tidak punya studio desain, boleh individu tetapi memanggil dua atau tiga orang timnya," ungkapnya.

Ia menegaskan, mahasiswa maupun peserta yang sudah tidak berstatus mahasiswa tetap diperbolehkan mengikuti proses tersebut selama memenuhi persyaratan.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Open call sayembara telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan ditutup pada 5 September 2026.

Selanjutnya, pengumuman peserta yang lolos seleksi dijadwalkan pada 6 September, kemudian dilanjutkan briefing awal pada 7 September.

Dalam briefing tersebut, peserta akan mendapatkan pengarahan serta materi mengenai budaya Makassar sebagai bekal dalam proses pengembangan konsep.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Setelah itu, peserta terpilih akan menjalani proses kuratorial selama kurang lebih satu bulan. 

"Hasil rancangan nantinya akan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026," jelasnya.

Owlh sebab itu, dia mengatakan, proses kuratorial akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari estetika, distingsi atau keunikan konsep, hingga kemampuan desain untuk diaplikasikan pada berbagai kebutuhan komunikasi.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Setelah seluruh proses kuratorial selesai, hasilnya akan diserahkan kepada Pemkot Makassar untuk menentukan desain yang paling representatif dengan tema Hari Jadi Kota Makassar ke-419.

"Semua poin-poin sudah terpenuhi, sudah layak, kita serahkan ke pihak panitia Pemkot, dalam hal ini Pak Wali untuk menentukan pilihan mana yang paling representatif mewakili Hari Jadi Kota Makassar sesuai tema yang dibuat oleh Pemerintah Kota Makassar," ujarnya.

Menariknya, ia menegaskan seluruh peserta yang masuk dalam proses perancangan akan mendapatkan fee desain. 

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Hal tersebut menjadi salah satu prinsip ADGI untuk menolak praktik speculative work atau pekerjaan desain yang dilakukan tanpa kepastian kompensasi.

"Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa," sebutnya.

"Sementara kita di ADGI menolak istilah speculative work, kerjaan yang Anda mendesain kemudian tidak dibayar," sambung dia.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Appi Panggil PLN

Selain menghasilkan identitas visual Hari Jadi Kota Makassar, proses tersebut juga diharapkan menjadi ruang pengembangan talenta kreatif lokal.

"Minimal dalam proses kuratorial, teman-teman secara level, standar, dan skill-nya bisa naik," tukasnya. 

Informasi lengkap mengenai ketentuan dan mekanisme submisi sayembara dapat diakses melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, @adgi_makassar, serta media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar.

#Munafri Arifuddin