RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Athirah Bukit Baruga, Suriana, resmi menyandang gelar Doktor (S3) dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa. Gelar akademik tertinggi tersebut diraih setelah ia sukses melewati sidang ujian tutup yang digelar di Gedung DA Lantai 2, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar, pada Kamis (9/7/2026).
Dalam sidang tersebut, Suriana memaparkan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Membaca Evaluatif-Reflektif Terintegrasi Keterampilan Abad ke-21 dengan Pendekatan Peeragogy bagi Peserta Didik SMP”. Di hadapan majelis sidang, ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan sangat baik dan memperoleh nilai 94,5 atau Predikat A.
Sesaat setelah sidang ujian tutup selesai, Suriana langsung dikukuhkan melalui prosesi Yudisium. Ketua Sidang sekaligus Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., membacakan langsung Berita Acara Yudisium tersebut.
“Setelah digabungkan semua nilai mata kuliahnya, maka Saudari Suriana dinyatakan lulus program doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,” demikian kutipan surat keputusan yang dibacakan oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. Anshari, M.Hum.
“Secara kelembagaan, izinkan saya pertama kali menyebut gelar doktor atas nama Dr. Suriana, S.Pd., M.Pd.,” imbuhnya.
Prosesi Yudisium ini dihadiri oleh sejumlah guru dan karyawan SMP Islam Athirah Bukit Baruga, serta rekan sejawat dan keluarga besar. Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, S.T., M.Pd., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan besar atas kebermanfaatan riset yang telah dilakukan oleh Suriana.
“Kita bersyukur kita bisa menyaksikan yudisium doktor dari Ibu Suriana. Tentu dengan harapan apa yang diriset ini nanti bisa bermanfaat, nantinya bisa kita terapkan di sekolah dan juga bisa menjadi kontribusi dalam dunia pendidikan," tutur Syamril.
Dr. Suriana, S.Pd., M.Pd. berhasil meraih gelar doktor ini pada usia 44 tahun dengan masa studi yang tergolong singkat, yakni 2 tahun dan 11 bulan. Dengan pengukuhan ini, ia tercatat sebagai doktor ke-128 pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar.
