Selasa, 07 Juli 2026 11:30
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Makassar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu (metamfetamin) jaringan internasional.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Makassar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu (metamfetamin) jaringan internasional. Penindakan tegas yang dilakukan pada 24 Juni lalu ini merupakan hasil dari analisis intelijen mendalam serta kolaborasi ketat antar-aparat penegak hukum.

 

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Martha Octavia, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjaga perbatasan negara dari masuknya barang-barang terlarang.

"Kami menegaskan komitmen penuh Bea Cukai untuk terus mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya laten narkoba di lingkungan sekitar," ujar Martha Octavia dalam konferensi pers.

Baca Juga : Genjot Kepatuhan Devisa dan Akurasi Data, Bea Cukai Makassar Kumpulkan Pelaku Usaha Ekspor

Modus Body Strapping yang Sulit Dideteksi

 

Kronologi penindakan bermula dari hasil analisis intelijen tim Bea Cukai Makassar terhadap sebuah penerbangan langsung (direct flight) rute Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Makassar. Petugas mencurigai seorang penumpang pria berkewarganegaraan asing (WNA) yang melakukan perjalanan bersama istrinya.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Krisna Wardhana, yang memimpin langsung jalannya penindakan di lapangan, menjelaskan bahwa tersangka menggunakan modus body strapping untuk mengelabui petugas. Modus ini tergolong rapi karena barang bukti ditempelkan langsung ke tubuh bagian bawah.

Baca Juga : Bea Cukai Sulbagsel Bongkar 43 Juta Rokok Ilegal dan Ribuan Liter Miras Dimusnahkan

"Tersangka menyembunyikan sabu tersebut dengan cara dilekatkan menggunakan perekat di bagian paha depan dan paha belakang. Modus seperti ini sangat sulit dideteksi secara kasat mata dan memerlukan analisis intelijen yang tajam. Terbukti, penerbangan ini bahkan lolos dari pemeriksaan di bandara asal di Malaysia," ungkap Krisna.

Krisna menambahkan, petugas di lapangan menghadapi tekanan waktu yang sangat krusial (golden time). "Waktu kami sangat sempit. Sejak pesawat mendarat (landing) hingga proses pemeriksaan selesai, durasinya tidak sampai 15 menit. Hal ini menuntut kejelian, ketelitian, dan kecermatan tingkat tinggi dari para petugas di lapangan," tegasnya.

Sinergi Controlled Delivery dan Penangkapan Jaringan Lokal

Baca Juga : Bea Cukai Makassar Gagalkan Peredaran 5,7 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Penindakan ini tidak berhenti pada kurir di bandara. Guna membongkar jaringan yang lebih luas, Bea Cukai langsung berkoordinasi secara cepat dengan pihak Imigrasi untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian, serta menyerahkan kasus ini kepada Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan untuk dilakukan pengembangan lewat metode penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery).

Hasilnya, tim gabungan Polda Sulsel berhasil melacak penerima barang di area Makassar. Polisi sukses membekuk dua orang tersangka tambahan yang diduga kuat berperan sebagai bagian dari jaringan pengedar lokal yang siap mengedarkan sabu tersebut di Kota Makassar dan sekitarnya. Berdasarkan pengakuan kurir WNA tersebut, ini merupakan aksi pertamanya menyelundupkan narkoba ke Makassar.

Saat ini, seluruh barang bukti beserta para tersangka telah diserahkan sepenuhnya ke Polda Sulawesi Selatan dan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel untuk proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut.