Minggu, 14 Juni 2026 19:40

Siswa Kelas 1 dan 2 SD Islam Athirah Bone Tampil Memukau, English Showcase Jadi Bukti Pendidikan Bilingual yang Inklusif

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
English Showcase 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung presentasi. Ia menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana SD Islam Athirah Bone sedang menyiapkan generasi masa depan yang percaya diri, komunikatif, berdaya saing global, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Islam.
English Showcase 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung presentasi. Ia menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana SD Islam Athirah Bone sedang menyiapkan generasi masa depan yang percaya diri, komunikatif, berdaya saing global, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Islam.

English Showcase SD Islam Athirah Bone menjadi bukti keberhasilan pendidikan bilingual dan inklusif. Siswa kelas 1 dan 2 tampil percaya diri berbahasa Inggris di hadapan orang tua.

RAKYATKU.COM, BONE Tepuk tangan bergemuruh berkali-kali di aula SD Islam Athirah Bone selama empat hari pelaksanaan English Showcase 2026, 9–12 Juni. Bukan karena penampilan artis atau pertunjukan profesional, melainkan karena keberanian puluhan siswa kelas 1 dan 2 yang tampil percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris di hadapan guru dan orang tua mereka.

Namun lebih dari sekadar kemampuan berbahasa asing, kegiatan ini menghadirkan pesan yang lebih dalam tentang kualitas pendidikan, kepercayaan diri anak, dan pentingnya pendidikan inklusif yang memberi ruang tumbuh bagi setiap peserta didik.

English Showcase menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran di SD Islam Athirah Bone diterjemahkan menjadi kemampuan nyata. Para siswa mempresentasikan berbagai aktivitas favorit mereka di sekolah, mulai dari belajar di kelas, membaca buku, berolahraga, bermain bersama teman, hingga kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari keseharian mereka.

Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Literasi Keuangan Nelayan melalui Sinergi Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih di Bone

Yang menarik, para siswa tidak hanya menghafal materi presentasi. Mereka juga diuji melalui sesi tanya jawab langsung dalam bahasa Inggris yang dipandu Kepala SD Islam Athirah Bone, A. Eva Rukmana, S.Pd., Gr.

Di luar ekspektasi banyak orang, siswa-siswa yang masih berada di kelas awal sekolah dasar tersebut mampu menjawab pertanyaan secara spontan dengan lancar dan penuh percaya diri.

Bagi para orang tua, momen tersebut menjadi bukti nyata perkembangan anak-anak mereka yang selama ini mungkin tidak sepenuhnya terlihat di rumah.

Baca Juga : Pembelajaran Interaktif Dorong Kepercayaan Diri Siswa, SD Islam Athirah Bone Ubah Pola Belajar Bahasa Inggris

"Melihat anak berbicara dalam bahasa Inggris di depan banyak orang tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa proses belajar yang dilakukan di sekolah benar-benar berdampak pada perkembangan mereka," ujar salah satu orang tua yang hadir.

Pendidikan Inklusif yang Menyentuh Hati

Di antara seluruh rangkaian kegiatan, penampilan siswa inklusi menjadi salah satu momen yang paling menyentuh.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar

Dengan keberanian luar biasa, mereka tampil di atas panggung, menyampaikan presentasi, hingga menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris di depan ratusan pasang mata yang menyaksikan.

Bagi sebagian orang tua, momen tersebut menjadi pencapaian yang bahkan sebelumnya sulit dibayangkan.

Suasana haru pun tak terelakkan. Beberapa orang tua terlihat menitikkan air mata saat melihat anak-anak mereka mampu tampil percaya diri dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Baca Juga : Munas VI JSIT Indonesia Resmi Ditutup, Wawali Makassar Tegaskan Komitmen terhadap Pendidikan Islam Progresif

Salah seorang orang tua siswa inklusi mengaku tidak pernah membayangkan putranya mampu berbicara di depan umum dalam bahasa Inggris.

"Kami sangat bersyukur. Dulu kami sering khawatir dengan perkembangan anak kami. Namun hari ini kami melihat sendiri bagaimana ia mampu tampil di depan umum dan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Itu adalah sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang," ungkapnya.

Momen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan yang inklusif bukan hanya memberikan kesempatan belajar yang sama, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi perkembangan anak.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

Menyiapkan Generasi Global Berkarakter Islami

Kepala SD Islam Athirah Bone, A. Eva Rukmana, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa English Showcase bukan sekadar agenda tahunan atau pertunjukan kemampuan bahasa Inggris semata.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, keberanian, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri siswa sejak usia dini.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

"English Showcase ini menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak mampu berkembang jauh melampaui yang sering kita bayangkan. Yang kami lihat bukan hanya kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan semangat mereka untuk terus belajar," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis sekolah dalam mewujudkan visi sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pembelajaran bilingual yang berkualitas.

Menurut Eva, penguasaan bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak dini agar siswa mampu bersaing di masa depan tanpa kehilangan identitas dan karakter keislamannya.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

Menarik Perhatian Publik

Kesuksesan English Showcase tidak hanya dirasakan oleh peserta dan orang tua yang hadir secara langsung.

Siaran langsung melalui akun Instagram resmi sekolah serta unggahan para orang tua dan guru turut menarik perhatian masyarakat luas.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

Berbagai komentar positif mengalir dari netizen yang mengaku kagum melihat keberanian serta kemampuan siswa-siswa sekolah dasar dalam menggunakan bahasa Inggris.

Apalagi, sebagian besar peserta masih berada pada jenjang kelas awal yang umumnya masih dalam tahap membangun kemampuan dasar komunikasi.

Antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat semakin memberikan perhatian terhadap kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

Panggung Harapan Masa Depan

Bagi SD Islam Athirah Bone, English Showcase bukan sekadar acara penutup semester atau ajang unjuk kemampuan siswa.

Kegiatan ini menjadi cerminan proses pendidikan yang berkelanjutan, di mana setiap anak diberi ruang untuk tumbuh sesuai potensinya.

Baca Juga : Wakil Bupati Bone Bersama Direksi Kalla Translog & Unilever Resmikan New Concess Wall's Watampone

Empat hari pelaksanaan English Showcase telah menghadirkan banyak cerita tentang keberanian, perkembangan, dan harapan.

Dari siswa reguler hingga siswa inklusi, semuanya menunjukkan bahwa dengan lingkungan belajar yang tepat, dukungan guru yang konsisten, dan keterlibatan orang tua yang kuat, anak-anak mampu berkembang jauh melampaui ekspektasi.

English Showcase 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung presentasi. Ia menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana SD Islam Athirah Bone sedang menyiapkan generasi masa depan yang percaya diri, komunikatif, berdaya saing global, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Islam.

#SD Islam Athirah Bone #English Showcase Athirah Bone #Sekolah bilingual Bone #pendidikan inklusif #bone #Siswa SD #Bahasa Inggris