RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang sport tourism terbesar di kawasan Timur Indonesia. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, event lari tahunan yang akan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Anjungan Pantai Losari itu diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai kota destinasi olahraga nasional.
Menjelang pelaksanaan lomba, persiapan kegiatan disebut telah mencapai 90 persen. Panitia juga bersiap menyambut proses pengambilan race pack yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Mei 2026.
Tahun ini, MHM diperkirakan menghadirkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu pengunjung yang terdiri dari 12 ribu peserta, keluarga, pendamping, hingga komunitas pelari dari berbagai daerah dan mancanegara.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut Makassar Half Marathon telah berkembang menjadi event strategis yang memberi dampak luas terhadap olahraga, pariwisata, dan ekonomi kota.
“Telkomsel Makassar Half Marathon telah turut mendukung wajah Makassar sebagai kota yang sehat, terbuka, dan progresif. Kegiatan ini juga menghidupkan sektor pariwisata dan memperkuat posisi Makassar sebagai kota sport tourism di Indonesia Timur,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga, MHM 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkenalkan aplikasi super apps “Lontara” kepada masyarakat luas sebagai bagian dari penguatan layanan digital perkotaan.
Dongkrak Hotel, UMKM hingga Transportasi
Besarnya antusiasme peserta luar daerah menjadi salah satu faktor utama tingginya potensi dampak ekonomi dari kegiatan ini. Lebih dari 50 persen peserta tercatat berasal dari luar Kota Makassar.
Perputaran ekonomi diperkirakan terjadi pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal yang akan menikmati peningkatan aktivitas selama event berlangsung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Syamsul Bahri, mengatakan rata-rata pengeluaran peserta dan pendamping diperkirakan berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari dengan lama kunjungan sekitar tiga malam.
Dengan estimasi tersebut, total perputaran uang selama kegiatan berlangsung diprediksi mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
“Dapat kita lihat bersama bahwa kegiatan olahraga mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kota karena memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, efek ekonomi yang muncul tidak hanya berupa transaksi langsung, tetapi juga pembukaan lapangan kerja harian, peningkatan industri kreatif, hingga promosi destinasi wisata Makassar secara nasional.
Usung Standar Nasional dan Inklusivitas
Mengusung semangat “Lari untuk Semua”, penyelenggaraan MHM 2026 tetap mempertahankan standar kompetisi nasional dengan racecourse bersertifikasi PASI guna menjamin kualitas, keamanan, dan kenyamanan peserta.
Konsistensi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Makassar Half Marathon terus berkembang dan mendapat kepercayaan komunitas pelari nasional.
Dukungan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga juga disebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas operasional event, mulai dari pengamanan jalur, kenyamanan peserta, hingga kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Dengan skala peserta yang terus meningkat setiap tahun, Telkomsel Makassar Half Marathon kini tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga simbol pertumbuhan ekonomi kreatif dan sport tourism di Indonesia Timur.
