RAKYATKU. COM, MAKASSAR – Makassar Half Marathon 2026 kembali diproyeksikan menjadi salah satu event sport tourism terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, ajang lari tahunan tersebut tidak lagi sekadar menjadi agenda olahraga, tetapi telah berkembang menjadi instrumen penggerak sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal.
Penyelenggara memperkirakan kehadiran sekitar 20 ribu orang yang terdiri atas pelari, keluarga, komunitas, dan tim pendamping selama pelaksanaan event pada akhir Mei 2026.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kepedulian Sosial melalui Program BERKAH di Makassar
Lebih dari separuh peserta disebut berasal dari luar daerah, termasuk sejumlah pelari internasional dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, hingga beberapa negara di kawasan Afrika.
Lonjakan kunjungan tersebut diperkirakan akan memicu peningkatan perputaran ekonomi Kota Makassar hingga puluhan miliar rupiah.
Dengan rata-rata lama tinggal peserta selama tiga hari dan estimasi belanja harian yang cukup tinggi, sektor jasa menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari penyelenggaraan event ini.
Baca Juga : Pertamina Gelar Pasar Murah di Makassar, 1.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Prasejahtera
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Syamsul Bahri, menilai Makassar Half Marathon telah berkembang menjadi salah satu katalis pertumbuhan ekonomi berbasis event di Kota Makassar.
Menurutnya, dampak ekonomi tidak hanya dirasakan industri perhotelan dan transportasi, tetapi juga menyentuh pelaku usaha mikro, kuliner, hingga sektor ekonomi kreatif yang memperoleh peningkatan aktivitas selama event berlangsung.
“Event olahraga saat ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Kehadiran ribuan peserta membawa dampak langsung terhadap okupansi hotel, aktivitas transportasi, dan pertumbuhan UMKM,” ujarnya.
Penyelenggara juga melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar mampu memenuhi standar event lari nasional dan internasional. Tahun ini, MHM menghadirkan sistem race management yang lebih profesional, termasuk penggunaan timing system digital, registrasi berbasis website, serta penguatan aspek keselamatan peserta melalui dukungan layanan medis berstandar internasional.
Selain itu, rute lomba disebut telah melalui proses kalibrasi resmi dan memperoleh sertifikasi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Sistem pengamanan jalur dan manajemen penutupan jalan juga dipersiapkan lebih terintegrasi demi menjamin kenyamanan peserta maupun masyarakat selama event berlangsung.
Salah satu inovasi baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun ini adalah konsep Triple Medals Challenge yang ditujukan bagi pelari dengan tingkat kompetitif tinggi. Panitia juga menambahkan kategori 5K dalam format shake out run sebagai bagian dari rangkaian menuju race utama kategori Half Marathon dan 10K.
Baca Juga : Astra Motor Sulsel dan Polrestabes Makassar Edukasi Safety Riding bagi Pelajar untuk Tekan Angka Kecelakaan
Penyelenggara Makassar Half Marathon, Arief Rachman menegaskan bahwa MHM dibangun bukan hanya sebagai ajang olahraga tahunan, melainkan bagian dari strategi memperkuat citra Makassar sebagai kota modern yang sehat, aktif, dan siap menjadi tuan rumah event internasional.
Ia menyebut konsistensi penyelenggaraan selama lima tahun terakhir menjadi bukti bahwa Makassar memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat sport tourism di kawasan timur Indonesia.
Di sisi lain, kalangan industri pariwisata juga mulai melihat MHM sebagai momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan okupansi hotel dan aktivitas wisata kota.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga menilai event seperti MHM mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas bagi sektor ekonomi daerah.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan meningkatnya partisipasi pelari dari luar daerah maupun mancanegara, Makassar Half Marathon 2026 dipandang semakin memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism
