RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar kembali memperkuat jejaring internasionalnya melalui perpanjangan kerja sama strategis dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkaikan dengan Round Table Discussion di Fakulti Pengajian Quran dan Sunnah, Kamis, 7 Mei 2026.
Perpanjangan MoU ini menjadi penanda berlanjutnya kolaborasi kedua perguruan tinggi untuk lima tahun ke depan, setelah kemitraan sebelumnya dinilai berhasil menghadirkan berbagai program akademik, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa kerja sama antara kedua institusi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen formal semata, tetapi telah diimplementasikan secara nyata melalui berbagai program kolaboratif.
Baca Juga : PINTU Masuk Kampus, Edukasi Crypto ke Mahasiswa UNM di Tengah Maraknya Informasi Menyesatkan
“Kerja sama ini bukan sekadar hitam di atas putih. Berbagai program telah terlaksana dan memberikan manfaat besar bagi penguatan akademik serta internasionalisasi kampus,” ujar Rakhim.
Selama periode kerja sama sebelumnya, Unismuh Makassar dan USIM tercatat melaksanakan 11 judul riset kolaborasi internasional yang melibatkan dosen dan peneliti dari berbagai fakultas. Kolaborasi tersebut mencakup Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, hingga Fakultas Agama Islam.
Selain riset bersama, kerja sama juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dua dosen Unismuh diketahui melanjutkan studi pada jenjang doktoral dan magister melalui jejaring akademik yang dibangun bersama USIM.
Baca Juga : Kalla Institute Bongkar Strategi Tembus Beasiswa, Tekankan Mindset dan Perencanaan Karier Sejak Dini
Implementasi terbaru kerja sama kedua institusi juga mencakup program studi tiru dan pengiriman mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Dokter sebagai bagian dari penguatan mutu akademik dan pengalaman internasional mahasiswa.
Timbalan Naib Canselor Penyelidikan dan Inovasi USIM, Mohd Ikmar Nisam, menyampaikan apresiasi terhadap hubungan kemitraan yang telah terjalin selama ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang melalui program-program yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, khususnya dalam bidang riset, inovasi, dan penguatan jejaring akademik internasional,” katanya.
Baca Juga : Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif
Kerja sama kedua universitas juga diwujudkan melalui kuliah tamu internasional di empat fakultas serta kegiatan benchmarking ke sejumlah laboratorium dan pusat kajian di lingkungan USIM. Program-program tersebut dinilai memberi kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, penguatan jejaring keilmuan, dan percepatan internasionalisasi perguruan tinggi.
Usai penandatanganan MoU, kedua pihak melanjutkan agenda melalui Round Table Discussion yang berlangsung hingga Jumat (8/5/2026). Forum tersebut membahas arah kolaborasi ke depan, mulai dari penguatan riset bersama, publikasi internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga pengabdian masyarakat berbasis integrasi keilmuan Islam dan teknologi.
Melalui perpanjangan kerja sama ini, Unismuh Makassar dan USIM berharap mampu menghadirkan lebih banyak program kolaboratif yang berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi di tingkat regional maupun internasional.
