RAKYATKU.COM, BONE — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar melalui Pos SAR Bone melaksanakan operasi SAR terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (08/05).
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone sejak malam hari menyebabkan beberapa kawasan terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan warga terjebak dan membutuhkan evakuasi segera.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian pada pukul 05.40 WITA dari masyarakat setempat dan langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi terdampak.
Baca Juga : Ledakan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar, 9 Korban Luka-luka
“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik,” kata Andi Sultan.
Dalam operasi SAR tersebut, tim berhasil mengevakuasi sebanyak 67 orang dalam keadaan selamat. Namun dua korban dinyatakan meninggal dunia.
Adapun wilayah terdampak meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, dan Rompe.
Baca Juga : Tim SAR Lanjutkan Pencarian Lansia Tersesat di Hutan Selayar
"2 warga yang meninggal dunia atas nama Naima, perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di atas ranjangnya, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan, sementara Acca yang berusia 5 tahun tenggelam saat ayah korban sedang melakukan evakuasi mandiri, sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil, sehingga anak tersebut meninggal dunia," ujar Sultan.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, serta masyarakat setempat.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
