RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Peringatan R.A. Kartini tak lagi sekadar seremoni tahunan. Di tengah meningkatnya jumlah perempuan pengguna sepeda motor, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman.
Pendekatan ini menempatkan keselamatan berkendara bukan hanya sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran sosial yang bisa ditularkan. Perempuan, yang kini semakin aktif dalam mobilitas harian—baik untuk bekerja, beraktivitas, hingga mendukung kebutuhan keluarga—dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku berkendara yang lebih tertib dan aman.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menegaskan bahwa semangat Kartini di era modern dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keselamatan di jalan.
Baca Juga : Rahasia Dominasi Pasar Motor Matic Honda di Sulsel: Trio Skutik Ini Jadi Pilihan Utama
“Keselamatan bukan hanya soal diri sendiri, tapi juga orang lain. Perempuan punya peran besar sebagai contoh, baik di keluarga maupun di lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan di jalan raya saat ini semakin kompleks, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga risiko kecelakaan akibat kelalaian pengendara. Karena itu, edukasi keselamatan harus terus diperkuat, terutama bagi kelompok pengguna yang terus bertambah.
Asmo Sulsel menekankan bahwa kesadaran dasar berkendara aman masih menjadi kunci utama. Mulai dari penggunaan perlengkapan standar seperti helm ber-SNI, menjaga posisi berkendara yang stabil, hingga menghindari distraksi seperti penggunaan ponsel saat berkendara.
Baca Juga : Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia Timur
Selain itu, pemahaman terhadap kondisi jalan dan kemampuan mengontrol kecepatan juga dinilai krusial dalam meminimalkan risiko kecelakaan.
Kampanye #Cari_Aman sendiri menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan budaya keselamatan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan. Pendekatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong perubahan perilaku secara nyata di jalan raya.
Di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih didominasi faktor human error, keterlibatan aktif perempuan sebagai pelopor keselamatan dinilai dapat memberikan dampak signifikan.
Baca Juga : Asmo Sulsel Tabuh Genderang Perang Melawan Oli Palsu
Momentum Kartini pun dimaknai sebagai pengingat bahwa kemandirian perempuan tidak hanya tercermin dalam peran sosial dan ekonomi, tetapi juga dalam kesadaran menjaga keselamatan diri dan lingkungan.
Dengan pendekatan ini, Asmo Sulsel berharap lahir lebih banyak perempuan yang tidak hanya aktif, tetapi juga bertanggung jawab dalam berkendara—menjadi inspirasi sekaligus penggerak budaya tertib berlalu lintas di Indonesia.
