RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperkuat strategi edukasi keselamatan berkendara melalui pendekatan berbasis perilaku (behavioral approach) lewat program “Zen on Wheels”, yang mengintegrasikan aspek teknis berkendara dengan kesiapan mental pengendara.
Program ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam kampanye keselamatan, dari sekadar edukasi teknis menuju pembentukan mindset dan kesadaran berkendara, seiring tingginya angka kecelakaan yang kerap dipicu faktor human error.
Safety Riding Berbasis Mindset dan Awareness
Baca Juga : DPRD Makassar Bongkar Anomali Parkir: Sewa Rp100 Ribu/Bulan Disorot, Potensi PAD Diduga Bocor
Berbeda dari metode konvensional, “Zen on Wheels” menekankan pentingnya pengendalian emosi, fokus, dan kesadaran situasional sebagai faktor utama dalam menekan risiko kecelakaan di jalan.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi inovasi dalam edukasi keselamatan.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa keselamatan tidak hanya soal skill, tetapi juga bagaimana pengendara mampu mengelola emosi dan tetap fokus. Ini menjadi fondasi penting dalam berkendara yang aman,” ujarnya.
Baca Juga : Kalla Institute Bongkar Strategi Tembus Beasiswa, Tekankan Mindset dan Perencanaan Karier Sejak Dini
Pendekatan ini dinilai relevan, khususnya bagi pengendara urban yang menghadapi tekanan lalu lintas tinggi dan kondisi jalan yang dinamis.
Kolaborasi Multi-Stakeholder Perkuat Edukasi
Dalam implementasinya, Asmo Sulsel menggandeng berbagai pihak, termasuk kepolisian. Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Siska Dwimarita Susanti, menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tetap menjadi pilar utama keselamatan.
Baca Juga : Kalla Translog Perkuat ESG, Donor Darah Rutin dan Distribusi Bibit Pohon Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan
Selain itu, instruktur safety riding Wanny memberikan pembekalan teknis terkait perlengkapan berkendara dan teknik dasar yang aman, mulai dari penggunaan helm standar hingga strategi berkendara defensif.
“Kesadaran diri menjadi kunci. Ketika pengendara mampu tetap tenang dan fokus, potensi kecelakaan bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Integrasi Wellness dalam Industri Otomotif
Baca Juga : Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif
Salah satu diferensiasi utama program ini adalah integrasi konsep wellness melalui sesi yoga dan teknik pernapasan yang dipandu instruktur profesional. Pendekatan ini memperkuat korelasi antara kondisi fisik–mental dengan performa berkendara.
Langkah ini sekaligus mencerminkan tren baru di industri otomotif, di mana aspek kesehatan mental dan kenyamanan pengguna mulai menjadi bagian dari ekosistem keselamatan.
Perkuat Brand Trust dan Loyalitas Konsumen
Baca Juga : Astra Motor Sulsel Perkuat Ekosistem UMKM di Luwu Raya, Dorong Adopsi Teknologi dan Kewirausahaan Modern
Dari perspektif bisnis, program edukasi seperti “Zen on Wheels” menjadi bagian dari strategi Astra Motor dalam membangun brand trust dan loyalitas konsumen jangka panjang.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Kresna Murti Dewanto, menyebut bahwa edukasi menyeluruh menjadi investasi penting bagi perusahaan.
“Kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dan aplikatif. Tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk pola pikir pengendara agar lebih sadar dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Baca Juga : Astra Motor Sulsel Perkuat Ekosistem UMKM di Luwu Raya, Dorong Adopsi Teknologi dan Kewirausahaan Modern
Edukasi Jadi Pilar Ekosistem Berkelanjutan
Dengan melibatkan sekitar 50 pengendara wanita, program ini juga menargetkan segmen pengguna yang terus berkembang di pasar otomotif. Pendekatan inklusif ini memperkuat peran edukasi sebagai bagian dari ekosistem keselamatan yang berkelanjutan.
Di tengah pertumbuhan populasi kendaraan bermotor, pendekatan berbasis perilaku dan kesadaran seperti ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman di Indonesia.
