Kamis, 23 April 2026 21:24

Kartini Talks KALLA: Kepemimpinan Inklusif Dorong Kinerja Bisnis hingga 25%

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mengusung tema “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”, diskusi ini menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, di Creative Innovation Space (CIS) Wisma Kalla, Makassar.
Mengusung tema “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”, diskusi ini menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, di Creative Innovation Space (CIS) Wisma Kalla, Makassar.

KALLA melalui Kartini Talks menegaskan pentingnya kepemimpinan inklusif. Data menunjukkan keberagaman gender mampu meningkatkan kinerja bisnis hingga 25?n memperkuat daya saing perusahaan.

RAKYATKU.COM, MAKASSARIsu kesetaraan peran perempuan dalam dunia kerja kembali mengemuka, seiring meningkatnya kesadaran bahwa keberagaman gender bukan sekadar wacana sosial, tetapi juga faktor penentu kinerja bisnis. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Kartini Talks yang digelar KALLA melalui program Level Up Kartini SheLeads.

Mengusung tema “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”, diskusi ini menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, di Creative Innovation Space (CIS) Wisma Kalla, Makassar.

Dalam paparannya, Fauziah mengungkapkan bahwa secara global, representasi perempuan di posisi puncak perusahaan masih terbatas. Data World Economic Forum menunjukkan dominasi laki-laki masih kuat di level direksi dan top management. Namun, tren mulai bergeser, terutama di perusahaan yang mengadopsi kepemimpinan inklusif.

Baca Juga : HUT ke-8, NIPAH PARK Perkuat Peran Sosial: Donor Darah Lampaui Target

“Tim dengan leadership inklusif terbukti memiliki performa hingga 17 persen lebih baik. Bahkan, perusahaan dengan keberagaman gender tinggi berpeluang 25 persen lebih besar untuk outperform secara finansial,” jelas Fauziah.

Ia menekankan bahwa kontribusi perempuan dalam organisasi bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki nilai strategis. Kemampuan seperti ketelitian, empati, dan kepekaan dinilai menjadi keunggulan kompetitif yang relevan dalam pengambilan keputusan bisnis.

“Karakteristik ini justru menjadi kekuatan. Perspektif perempuan menghadirkan pendekatan yang lebih humanistik dalam kepemimpinan, yang kini semakin dibutuhkan dalam dunia kerja modern,” ujarnya.

Baca Juga : Athirah Perkuat Pendidikan Digital, Targetkan 4.000 Siswa dalam Dua Tahun

Konsep caring leadership yang menekankan sisi empati dan kemanusiaan, menurutnya, menjadi salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja tim dan keberlanjutan organisasi.

Meski demikian, perempuan yang memilih berkarier dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal. Fauziah menyebut tantangan tersebut sebagai konsekuensi dari pilihan, yang membutuhkan kesiapan mental dan strategi yang matang.

“Perempuan perlu menyadari bahwa tantangan itu nyata, tetapi bukan batasan. Dengan strategi yang tepat, perempuan tetap bisa berprestasi di perusahaan sekaligus menjalankan peran di keluarga,” tambahnya.

Baca Juga : Peredaran Rokok Ilegal Menggila, Bea Cukai Makassar Bongkar 149 Kasus

Melalui program ini, KALLA menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja, sekaligus memperkuat budaya perusahaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini, KALLA juga menggelar berbagai kegiatan internal, termasuk Kartini On Court berupa fun match padel bagi karyawan perempuan, serta kampanye digital interaktif yang melibatkan partisipasi karyawan.

Langkah ini menegaskan bahwa investasi pada keberagaman dan inklusivitas bukan hanya berdampak pada budaya kerja, tetapi juga menjadi strategi bisnis yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

#Kalla #Kartini Talks #perempuan karier #kepemimpinan perempuan #gender diversity #Bisnis #makassar #women leadership #inklusivitas #SDM #World Economic Forum #HR #Perusahaan #SheLeads #hari kartini