Kamis, 23 April 2026 18:09

Athirah Perkuat Pendidikan Digital, Targetkan 4.000 Siswa dalam Dua Tahun

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ki-kan Wakil Direktur Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, Wakil Direktur Athirah Wilayah Kajaolalido, Patris Hasanuddin, Ketua Panitia Milad ke 42 Athirah, Riska Nursalam, Kepala Departemen Humas Sekolah Islam Athirah, Ibnu Hajar
Ki-kan Wakil Direktur Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, Wakil Direktur Athirah Wilayah Kajaolalido, Patris Hasanuddin, Ketua Panitia Milad ke 42 Athirah, Riska Nursalam, Kepala Departemen Humas Sekolah Islam Athirah, Ibnu Hajar

Sekolah Islam Athirah Makassar mencatat lonjakan prestasi SNBP dengan 57 siswa lolos, termasuk 19 ke UI. Didukung transformasi digital melalui SINDIk dan Google for Education, Athirah siap menjadi role model pendidikan di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Memasuki usia ke-42 tahun, Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah Makassar menegaskan perannya sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di Sulawesi Selatan melalui kombinasi transformasi digital, penguatan kualitas SDM, serta capaian akademik yang terus meningkat. Mengusung tema “Bersama Menginspirasi Bangsa”, Athirah tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperkuat arah strategis pendidikan berbasis inovasi dan karakter.

Direktur Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah, Syamril, S.T., M.Pd., mengungkapkan bahwa saat ini jumlah siswa mendekati 4.000 orang dengan dukungan sekitar 600 guru dan karyawan. Dalam dua tahun ke depan, jumlah peserta didik ditargetkan menembus angka 4.000 sebagai bagian dari ekspansi dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

“Di usia ke-42 ini, ada tiga nilai utama yang kami pegang, yakni bersyukur, bersabar, dan cinta. Ini menjadi fondasi dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.

Baca Juga : HUT ke-8, NIPAH PARK Perkuat Peran Sosial: Donor Darah Lampaui Target

Dari sisi prestasi, tren capaian siswa menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah siswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) naik dari sekitar 30 orang pada tahun sebelumnya menjadi 57 orang di tahun ini, dengan 19 di antaranya berhasil menembus Universitas Indonesia (UI). Secara keseluruhan, Athirah telah meluluskan lebih dari 27 ribu alumni yang tersebar di berbagai bidang strategis.

Pencapaian tersebut sejalan dengan tren nasional. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa jalur SNBP semakin kompetitif dengan kuota sekitar 20–30 persen dari total penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Hal ini menuntut sekolah untuk tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga portofolio dan rekam jejak siswa" href="https://rakyatku.com/tag/prestasi-siswa">prestasi siswa secara holistik.

Menjawab tantangan tersebut, Athirah mengakselerasi transformasi digital dalam sistem pembelajaran. Sekolah ini mengembangkan platform internal bernama SINDIk (Sistem Informasi Pendidikan Terintegrasi), yang digunakan guru untuk mendokumentasikan proses belajar serta menjadi sarana ujian online bagi siswa.

Baca Juga : Peredaran Rokok Ilegal Menggila, Bea Cukai Makassar Bongkar 149 Kasus

“Seluruh proses pembelajaran hingga evaluasi sudah terdigitalisasi melalui SINDIk, dan sejauh ini berjalan stabil tanpa kendala berarti,” jelas Syamril.

Selain itu, Athirah juga mengadopsi ekosistem Google for Education serta berbagai platform pembelajaran interaktif seperti Kahoot dan Quizizz. Pendekatan ini memperkuat metode belajar berbasis teknologi yang lebih adaptif dan engaging.

Fokus kurikulum Athirah turut diarahkan pada penguatan kompetensi lintas bidang melalui pendekatan STAMT (Social, technic, Art, Mathematics, and Technology). Model ini menjadi respons terhadap kebutuhan masa depan yang menuntut integrasi antara kecakapan akademik dan kreativitas.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Penerbangan Haji Aman, Suplai Avtur Diawasi Ketat

Sejak 2018, Athirah juga menerapkan kebijakan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Setiap tenaga pengajar diwajibkan melakukan inovasi pembelajaran sebagai syarat kenaikan jenjang karier. Langkah ini selaras dengan data UNESCO yang menekankan bahwa kualitas guru menjadi faktor paling menentukan dalam peningkatan hasil belajar siswa.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan Kalla Institute juga dilakukan untuk mendorong siswa tingkat SMA menghasilkan karya inovatif sebagai bagian dari syarat kelulusan. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai problem solver, bukan sekadar penerima materi.

Di sisi lain, Athirah juga menunjukkan komitmen terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Sekolah ini mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk botol dan gelas minum, sebagai bagian dari edukasi gaya hidup ramah lingkungan bagi siswa.

Baca Juga : Dorong Pertanian Berkelanjutan, Alokasi Pupuk Organik Sulsel Naik Tajam

Langkah tersebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas dan konsumsi bertanggung jawab.

Ke depan, Syamril berharap apa yang dilakukan Athirah dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan di Sulawesi Selatan.

“Kami ingin praktik baik ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Pendidikan harus terus beradaptasi, baik dari sisi teknologi, kualitas guru, maupun nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa,” tutupnya.

#Sekolah Islam Athirah #Athirah Makassar #Pendidikan #SNBP #universitas indonesia #prestasi siswa #digital learning #SINDIk #Google for Education #sekolah unggulan #makassar #Sulawesi Selatan #inovasi pendidikan #guru #siswa #Sekolah Islam