Rabu, 22 April 2026 23:20

Dari Edukasi ke Inovasi, PINTU Perkuat Posisi di Ekosistem Kripto Indonesia

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sejak diluncurkan pada 1 April 2020, aplikasi PINTU kini telah diunduh lebih dari 11 juta kali
Sejak diluncurkan pada 1 April 2020, aplikasi PINTU kini telah diunduh lebih dari 11 juta kali

PINTU rayakan 6 tahun dengan 11 juta unduhan dan pertumbuhan pengguna signifikan, seiring industri kripto Indonesia yang semakin matang.

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Platform investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), menandai enam tahun perjalanannya dengan mencatat pertumbuhan signifikan di tengah semakin matangnya industri kripto di Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 1 April 2020, aplikasi PINTU kini telah diunduh lebih dari 11 juta kali, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi aset digital. Seiring perkembangan tersebut, perusahaan juga terus memperluas fitur dan produk untuk menjangkau berbagai segmen investor, dari pemula hingga trader profesional.

SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, menilai ekosistem kripto nasional menunjukkan kemajuan pesat, didukung oleh regulasi yang semakin jelas serta adopsi yang terus meluas.

Baca Juga : Peredaran Rokok Ilegal Menggila, Bea Cukai Makassar Bongkar 149 Kasus

“Industri kripto di Indonesia kini semakin matang, baik dari sisi ekosistem, regulasi, maupun tingkat adopsi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, PINTU mencatat pertumbuhan pengguna yang kuat. Jumlah pengguna terdaftar meningkat sekitar 79 persen secara tahunan, diikuti kenaikan pengguna aktif sebesar 38 persen dan pengguna trading sekitar 25 persen. Tren ini juga sejalan dengan peningkatan volume transaksi di platform.

Hingga 2026, PINTU telah menyediakan hampir 400 token kripto, termasuk lebih dari 40 token kategori tokenized asset, sebagai bagian dari diversifikasi instrumen investasi digital.

Baca Juga : Pengakuan MSCI Jadi Momentum Baru, Pasar Modal RI Siap Naik Kelas

Pada lini derivatif, Pintu Futures turut menunjukkan performa impresif. Sepanjang kuartal I 2026, jumlah pengguna terverifikasi melonjak signifikan, disertai peningkatan frekuensi order dan volume transaksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara industri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor menembus 20,19 juta orang. Meski nilai transaksi sempat mengalami koreksi, tren adopsi tetap menunjukkan peningkatan.

Untuk memperkuat pertumbuhan tersebut, PINTU menggelar kampanye bertajuk #SixcessfulYear dalam rangka ulang tahun ke-6. Program ini mencakup berbagai aktivitas, mulai dari kompetisi trading berhadiah hingga Rp105 juta, aktivitas komunitas, hingga kampanye digital di berbagai platform media sosial.

Baca Juga : Kuliah Umum di UNRI, OJK Kupas Tuntas Peluang dan Ancaman Pinjaman Online

Andy menegaskan, perjalanan enam tahun ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri kripto nasional.

“Kami optimistis ke depan industri kripto tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga melahirkan inovasi dengan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi OJK, PINTU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan investasi kripto yang aman, edukatif, dan mudah diakses, sekaligus mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia.

#PINTU #Kripto #investasi #aset digital #OJK #Fintech #blockchain #Trading #aplikasi crypto #Ekonomi Digital #Indonesia #Startup