RAKYATKU.COM, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi muda agar tidak terbuai dengan kemudahan akses pembiayaan digital yang kian masif, karena di balik kecepatan layanan tersebut tersimpan berbagai risiko serius, mulai dari penyalahgunaan data pribadi hingga jeratan pinjaman ilegal.
Peringatan ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya (PVML) OJK, Agusman, dalam kuliah umum di Universitas Riau (UNRI), Selasa (21/4/2026), yang diikuti lebih dari 350 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi keuangan di kalangan akademisi di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan.
Agusman menegaskan, pembiayaan digital memang menawarkan efisiensi tinggi karena seluruh proses—dari pengajuan hingga pencairan—dapat dilakukan secara cepat dan lintas wilayah hanya melalui perangkat ponsel. Namun, kemudahan tersebut justru membuka celah risiko jika tidak diimbangi pemahaman yang memadai.
Baca Juga : Pengakuan MSCI Jadi Momentum Baru, Pasar Modal RI Siap Naik Kelas
“Semua serba digital dan cepat, tapi ada konsekuensi yang harus dipahami. Risiko-risiko ini penting diketahui agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak menjadi korban,” ujarnya.
OJK sendiri terus memperkuat regulasi dan pengawasan industri pembiayaan digital melalui berbagai kebijakan, termasuk penyusunan roadmap pinjaman daring serta aturan teknis yang lebih ketat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus melindungi konsumen.
Meski demikian, regulator menilai upaya tersebut tidak akan efektif tanpa dukungan aktif dari dunia akademik. Mahasiswa diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mampu mengidentifikasi praktik pembiayaan ilegal yang kian marak.
Baca Juga : Telkomsel Bidik Lonjakan Kebutuhan Haji, RoaMAX Jadi Strategi Kuasai Pasar Roaming
Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan regulator dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan finansial.
Senada, Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, menyebut kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan di daerah, sekaligus memperkuat daya saing generasi muda di era ekonomi digital.
Ke depan, OJK menargetkan perluasan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, dengan generasi muda sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
