RAKYATKU.COM,JAKARTA — Momentum musim haji dimanfaatkan Telkomsel untuk memperkuat posisi di pasar layanan roaming internasional. Melalui paket RoaMAX Haji 2026, operator seluler terbesar di Indonesia ini tidak hanya menawarkan konektivitas, tetapi juga membangun ekosistem layanan digital terpadu bagi jemaah.
Paket ini hadir dengan kuota hingga 42 GB serta masa aktif hingga 60 hari, termasuk alokasi kuota domestik dan transit di sejumlah negara. Strategi ini menunjukkan upaya Telkomsel dalam menjawab kebutuhan komunikasi jemaah yang semakin kompleks, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
VP Halo Product Marketing and Engagement Service Telkomsel, Danang Andrianto, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan komunikasi selama ibadah berlangsung.
Baca Juga : Pelepasan Jemaah Haji Wajo, Bupati dan Wabup Tekankan Nilai Yassiwajori dan Kesiapan Fisik
“Jemaah membutuhkan koneksi yang stabil agar tetap terhubung dengan keluarga dan mengakses layanan penting. Kami memastikan kebutuhan itu terpenuhi,” ujarnya.
Roaming Jadi Lini Bisnis Strategis
Secara industri, layanan roaming menjadi salah satu sumber pendapatan bernilai tinggi bagi operator telekomunikasi, terutama pada periode musiman seperti haji dan umrah. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu setiap tahun, segmen ini menjadi pasar yang sangat potensial.
Baca Juga : Kuliah Umum di UNRI, OJK Kupas Tuntas Peluang dan Ancaman Pinjaman Online
Telkomsel memanfaatkan peluang tersebut melalui kolaborasi dengan operator di Arab Saudi seperti STC, Mobily, dan Zain, sekaligus menghadirkan akses jaringan hingga 5G untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal.
Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran strategi operator dari sekadar penyedia jaringan menjadi penyedia pengalaman digital end-to-end.
Ekosistem Layanan dari Tanah Air hingga Tanah Suci
Baca Juga : Indosat Garap Segmen Haji, Paket Tri Ibadah Tawarkan Kuota Besar dan Fleksibel
Tidak hanya menawarkan paket data, Telkomsel juga membangun infrastruktur layanan pendukung yang terintegrasi. Perusahaan menghadirkan posko layanan di 17 titik embarkasi di Indonesia serta layanan pelanggan di Makkah dan Madinah.
Fasilitas ini mencakup aktivasi paket, penggantian kartu, hingga konsultasi layanan, yang dirancang untuk meminimalkan kendala teknis selama perjalanan ibadah.
Selain itu, layanan digital seperti aplikasi MyTelkomsel dan asisten virtual Veronika juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan berbasis teknologi.
Baca Juga : Kemenhaj Hadirkan Aplikasi Kawal Haji untuk Perkuat Layanan dan Respons Pengaduan di Tanah Suci
Digitalisasi Layanan Ibadah
Transformasi digital juga merambah pengalaman ibadah. Fitur tambahan seperti akses platform pembelajaran Al-Qur’an berbasis AI serta layanan informasi haji menjadi nilai tambah yang memperluas fungsi layanan telekomunikasi.
Hal ini mencerminkan tren industri yang mengarah pada integrasi antara konektivitas dan layanan berbasis konten.
Baca Juga : Telkom Sapu Bersih Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Peran Strategis di Ekonomi Nasional
Persaingan dan Peluang
Di tengah persaingan operator, diferensiasi layanan menjadi kunci. Paket bundling, kualitas jaringan, serta dukungan layanan di lokasi menjadi faktor penentu dalam menarik pelanggan.
Dengan strategi ini, Telkomsel berupaya mempertahankan dominasi pasar sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan di segmen premium.
Baca Juga : Telkom Sapu Bersih Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Peran Strategis di Ekonomi Nasional
Dampak Ekonomi dan Transformasi Digital
Lebih luas, layanan konektivitas untuk jemaah haji tidak hanya berdampak pada kenyamanan individu, tetapi juga mencerminkan kesiapan industri telekomunikasi nasional dalam melayani kebutuhan global.
Kemampuan menghadirkan layanan lintas negara dengan kualitas tinggi menjadi indikator penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di sektor ekonomi digital.
