RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, secara terbuka mengakui pelaksanaan UTBK SNBT di kampusnya masih menjadi target sindikat kecurangan, termasuk praktik perjokian.
Dalam konferensi pers hari pertama pelaksanaan ujian di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (21/4/2026), Jamaluddin menyebut berbagai upaya mitigasi telah dilakukan, namun celah kecurangan tetap ada.
“Kami di Unhas walaupun telah berusaha semaksimal mungkin, kami sadari selalu ada momen, cara, dan metode untuk membobol pertahanan,” ujarnya.
Baca Juga : Fakultas Hukum Unhas Hadirkan Kabandiklat Kejaksaan RI, Bahas Trisula Hukum Digital
Ia menegaskan pihak kampus akan melaporkan seluruh temuan kepada kementerian terkait. “Masih ada indikasi, masih ada yang coba-coba. Ini akan kami pertanggungjawabkan,” tegasnya.
Jamaluddin juga berkaca pada pelaksanaan UTBK tahun sebelumnya yang sempat diwarnai kasus kecurangan, bahkan melibatkan oknum mahasiswa kedokteran dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kampus.
“Dari tahun ke tahun, hampir tidak pernah tidak ada kecurangan. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami,” tambahnya.
Baca Juga : Pegadaian Syariah Sentral Tumbuh 33 Persen, OSL Tembus Rp360 Miliar
Ia pun mengingatkan orang tua calon mahasiswa agar tidak tergoda melakukan kecurangan. Menurutnya, sanksi dapat dijatuhkan bahkan setelah peserta dinyatakan lulus.
“Kalaupun hari ini ada yang mencoba dan terlihat lolos, jangan khawatir, kami akan kejar. Sampai lulus pun bisa kami tinjau kembali. Aturan akan ditegakkan,” tegas Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan tersebut.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unhas, Muhammad Ruslin, menyebut salah satu langkah konkret pencegahan adalah penambahan perangkat jammer untuk memblokir sinyal komunikasi di ruang ujian.
Baca Juga : Soundrenaline 2026 Guncang Makassar, Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Kembali Bergairah
“Kami menambah jammer agar seluruh ruang ujian ter-cover. Pak Rektor juga telah menguji langsung fungsinya di setiap lokasi,” jelas Ruslin.
Pelaksanaan UTBK-SNBT di Kampus Unhas Tamalanrea dan Gowa tahun ini diikuti sebanyak 18.971 peserta. Ujian berbasis komputer tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2026.
