Rabu, 08 April 2026 23:12

Program Umrah Jadi Magnet, Industri Pembiayaan Masuk Ranah Spiritual

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Lewat program “Umrah Untuk Sahabat”, perusahaan ini tak sekadar menawarkan layanan finansial, tetapi juga menjual harapan bahkan mimpi menuju Tanah Suci.
Lewat program “Umrah Untuk Sahabat”, perusahaan ini tak sekadar menawarkan layanan finansial, tetapi juga menjual harapan bahkan mimpi menuju Tanah Suci.

Program “Umrah Untuk Sahabat” Adira Finance tak sekadar apresiasi pelanggan, tetapi menjadi strategi emosional untuk membangun loyalitas dan memperluas pasar pembiayaan di Indonesia.

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Di tengah ketatnya persaingan industri pembiayaan, Adira Finance memainkan kartu berbeda: menyentuh sisi spiritual konsumen. Lewat program “Umrah Untuk Sahabat”, perusahaan ini tak sekadar menawarkan layanan finansial, tetapi juga menjual harapan bahkan mimpi menuju Tanah Suci.

Kisah Feri Jaenudin, seorang marbot masjid di Jakarta, menjadi wajah dari strategi tersebut. Tanpa latar belakang ekonomi kuat, Feri justru mendapatkan kesempatan umrah bukan dari tabungan panjang, melainkan dari kedisiplinannya membayar angsuran pendidikan anak.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai ke Baitullah. Saya hanya berusaha disiplin sebagai orang tua, ternyata Allah buka jalan dari situ,” ungkap Feri.

Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal, Dorong Keuangan Inklusif dan Syariah

Narasi seperti ini bukan kebetulan. Ia menjadi simbol bagaimana perusahaan pembiayaan kini mulai membangun keterikatan emosional yang lebih dalam dengan konsumennya melampaui sekadar transaksi kredit.

Loyalitas Dibalas “Hadiah Spiritual”

Memasuki tahun ketiga, program ini telah memberangkatkan ratusan pelanggan. Bagi Adira Finance, ini bukan sekadar program promosi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang memperkuat loyalitas konsumen.

Baca Juga : Tebar Promo, Adira Expo Akan Hadir di Mall Panakukang Mulai Akhir Pekan Ini

Wakil Direktur Utama Adira Finance, Swandajani Gunadi, menegaskan bahwa pendekatan perusahaan kini berorientasi pada hubungan emosional.

“Hubungan dengan konsumen bukan hanya soal pembiayaan, tapi kemitraan jangka panjang. Kami ingin hadir dalam setiap fase kehidupan mereka, termasuk aspek spiritual,” ujarnya.

Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi industri pembiayaan yang semakin kompetitif. Ketika produk dan bunga kredit relatif serupa, diferensiasi kini bergeser ke pengalaman dan nilai emosional yang ditawarkan kepada konsumen.

Baca Juga : OJK Luncurkan Panduan Media Sosial Perbankan, Antisipasi Risiko Reputasi hingga Bank Run Digital

Agresif Perluas Jangkauan, Peluang Digandakan

Untuk memperluas partisipasi, Adira Finance memanfaatkan event Adira Expo di berbagai kota. Di sinilah strategi pemasaran diperkuat setiap pengajuan pembiayaan secara langsung memberikan peluang menang hingga dua kali lipat.

Skema ini bukan hanya mendorong transaksi, tetapi juga mempercepat akuisisi konsumen baru dalam ekosistem perusahaan.

Baca Juga : Travel Bantah Jemaah Umrah Terlantar, Begini Klarifikasinya

Selain itu, digitalisasi juga dimaksimalkan melalui aplikasi adiraku, yang memungkinkan konsumen menukar poin menjadi kupon undian. Bahkan, insentif tambahan berupa saldo uang elektronik ikut disiapkan untuk meningkatkan engagement.

Program ini sendiri masih berlangsung hingga 30 Juni 2026, membuka peluang luas bagi jutaan konsumen aktif Adira yang kini mencapai sekitar 2,6 juta orang di seluruh Indonesia.

Dari Kredit ke Kehidupan: Transformasi Model Bisnis

Baca Juga : GERAK Syariah 2026 Catat Lonjakan Signifikan, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Tak berhenti di program umrah, Adira juga mulai memperluas lini berbasis syariah melalui produk HASANAH, yang memungkinkan masyarakat mendapatkan nomor porsi Haji Plus tanpa harus menunggu dana terkumpul penuh.

Langkah ini menandai transformasi model bisnis perusahaan pembiayaan yang kini tidak hanya bermain di sektor konsumtif seperti otomotif, tetapi juga masuk ke ranah kebutuhan spiritual dan gaya hidup.

Dengan dukungan jaringan 877 cabang serta sokongan grup besar seperti MUFG dan Bank Danamon, Adira Finance berada dalam posisi kuat untuk memperluas penetrasi pasar.

Baca Juga : GERAK Syariah 2026 Catat Lonjakan Signifikan, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Strategi yang Mengikat Lebih Dalam

Namun di balik kisah inspiratif seperti Feri, tersimpan strategi yang lebih besar: membangun loyalitas melalui pendekatan emosional dan spiritual.

Di era ketika konsumen semakin kritis, pendekatan ini bisa menjadi senjata ampuh atau justru tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara bisnis dan nilai.

Baca Juga : GERAK Syariah 2026 Catat Lonjakan Signifikan, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Satu hal yang pasti, industri pembiayaan kini tak lagi sekadar soal angka. Ia telah masuk ke ruang yang lebih personal keyakinan, harapan, dan mimpi hidup konsumennya.

#Adira Finance #umrah #program umrah #Pembiayaan #multifinance #kredit #konsumen #strategi bisnis #marketing finansial #loyalitas pelanggan #Adira Expo #ekonomi indonesia #keuangan syariah #industri pembiayaan #Bisnis Indonesia