Kamis, 12 Maret 2026 23:34

OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah Santri Lewat Program SAKINAH

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya santri, melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya santri, melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3).

OJK bersama PBNU menggelar program SAKINAH di Pesantren Darunnajah untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan kewirausahaan di kalangan santri.

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya santri, melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3).

Program ini dilaksanakan OJK bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai upaya mendorong pemahaman santri terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengatakan santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Baca Juga : GMTD Tebar Dividen dan Rombak Pengurus, Sinyal Penguatan Bisnis Properti Makassar

Menurutnya, potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, terutama karena didukung oleh jumlah penduduk muslim yang dominan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.

“Santri memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip Islam,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

SP 52 - SAKINAH 2026_Pondok Pes…

Baca Juga : Pegadaian Dorong Investasi Emas Lewat Golden Run 2026, Literasi Keuangan dan Dampak Sosial Diperkuat

Selain edukasi mengenai keuangan syariah, kegiatan SAKINAH juga diisi dengan sosialisasi kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal serta pemaparan mengenai pengembangan kewirausahaan bagi santri.

Ketua Bidang Ekonomi PBNU, KH Fahmi Akbar Idries, menilai santri tidak hanya berperan sebagai tokoh agama, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi umat.

Ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi santri agar mampu mengelola usaha secara bijak serta memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.

Baca Juga : PINTU Masuk Kampus, Edukasi Crypto ke Mahasiswa UNM di Tengah Maraknya Informasi Menyesatkan

Dalam kegiatan tersebut, OJK juga meluncurkan modul pengajaran kewirausahaan dan literasi keuangan syariah yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh jaringan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan.

Program ini diikuti ratusan santri, pengajar, serta pengurus pesantren, dengan tujuan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

#OJK #Literasi keuangan syariah #Santri #PBNU #pesantren Darunnajah #ekonomi syariah #kewirausahaan santri #Edukasi keuangan