Minggu, 08 Maret 2026 19:59

IM3 Perkenalkan Satspam+ di Makassar, Perkuat Perlindungan Pelanggan dari Ancaman Penipuan Digital

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pengenalan fitur ini dilakukan dalam kegiatan Bookber Satspam+ yang digelar di Vaan in Sky Makassar, Sabtu (7/3/2026).
Pengenalan fitur ini dilakukan dalam kegiatan Bookber Satspam+ yang digelar di Vaan in Sky Makassar, Sabtu (7/3/2026).

IM3 memperkenalkan fitur perlindungan digital Satspam+ di Makassar untuk membantu pelanggan menghindari penipuan melalui telepon, SMS, dan WhatsApp Call di tengah meningkatnya ancaman scam digital.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR Ancaman penipuan berbasis komunikasi digital semakin meningkat seiring masifnya penggunaan internet dan aplikasi pesan instan. Menyikapi kondisi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 memperkenalkan fitur perlindungan digital Satspam+ kepada pelanggan di Makassar.

Pengenalan fitur ini dilakukan dalam kegiatan Bookber Satspam+ yang digelar di Vaan in Sky Makassar, Sabtu (7/3/2026). Acara tersebut dikemas dalam format buka puasa bersama yang juga menghadirkan kajian Ramadan, kelas kreator konten, serta hiburan musik dari penyanyi nasional Sal Priadi.

Acting Officer Head of Circle Kalisumapa IOH, Yogo Pandego Bagus Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan Satspam+ merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat keamanan digital pelanggan di tengah meningkatnya modus penipuan melalui telepon maupun aplikasi komunikasi.

Baca Juga : KPPU Sidak Pasar Terong Makassar, Harga Ayam, Telur, dan Cabai Mulai Naik Jelang Lebaran

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi memang membawa banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, teknologi juga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai bentuk penipuan digital.

“Ancaman penipuan digital semakin nyata. Kita harus meningkatkan kewaspadaan agar masyarakat tidak menjadi korban,” ujar Yogo saat memberikan pemaparan kepada media.

Data dari Indonesia Anti Scam Center menunjukkan bahwa hingga kini tercatat sekitar 2.530 laporan kasus penipuan digital dengan total kerugian masyarakat mencapai hampir Rp106 miliar. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak kejahatan digital terhadap masyarakat.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Satspam+ dikembangkan untuk membantu pelanggan mengenali serta memblokir nomor yang terindikasi melakukan spam atau penipuan.

Yogo menjelaskan, sebelumnya sistem perlindungan hanya mampu memfilter spam melalui panggilan telepon dan pesan singkat (SMS). Kini fitur tersebut diperluas dengan kemampuan mendeteksi panggilan mencurigakan melalui aplikasi komunikasi digital seperti WhatsApp.

“Sekarang Satspam+ juga bisa melindungi pengguna dari panggilan WhatsApp Call yang mencurigakan. Ini merupakan inovasi baru yang kami hadirkan untuk meningkatkan keamanan komunikasi pelanggan,” katanya.

Baca Juga : Ramadan Berbagi, KALLA Land & Property Gelar Buka Puasa Bersama Ribuan Anak Panti

Meski demikian, perlindungan terhadap pesan teks di aplikasi pesan instan masih dalam tahap pengembangan. Perusahaan terus melakukan penyempurnaan sistem agar ke depan perlindungan dapat mencakup berbagai kanal komunikasi digital secara lebih menyeluruh.

Yogo menambahkan bahwa pengembangan fitur ini memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan serta dukungan jaringan generasi terbaru yang terus diperkuat oleh perusahaan.

Menurutnya, transformasi jaringan telekomunikasi saat ini tidak hanya berfokus pada kecepatan akses internet, tetapi juga pada aspek keamanan pengguna.

Baca Juga : Unismuh Makassar Perkuat Kerja Sama Layanan Keuangan dengan Bank Syariah Nasional

“Bagi kami, kualitas jaringan bukan hanya soal konektivitas yang cepat, tetapi juga bagaimana jaringan tersebut mampu memberikan perlindungan terhadap potensi ancaman digital secara real time,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pengenalan fitur baru, kegiatan Bookber Satspam+ juga menjadi sarana interaksi antara IM3 dan masyarakat selama bulan Ramadan.

Acara tersebut menghadirkan kajian Ramadan bersama pendakwah Farid Wajedy yang membahas refleksi nilai spiritual selama bulan suci. Sementara sesi kelas kreator konten menghadirkan kreator digital Tumming Abu yang berbagi pengalaman mengenai peluang ekonomi kreatif di era digital.

Baca Juga : Buka Peluang Pasar Fashion Muslim dan Produk Halal, Trend Hijab Ramadan 2026 Hadirkan Puluhan Tenant

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan musik dari Sal Priadi yang menyemarakkan suasana kebersamaan masyarakat yang hadir.

Melalui kegiatan ini, IM3 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keamanan digital di tengah meningkatnya aktivitas komunikasi berbasis internet, terutama selama bulan Ramadan ketika intensitas penggunaan layanan digital cenderung meningkat.

“Kami ingin masyarakat tetap terhubung dengan cepat, namun juga merasa aman saat berkomunikasi. Itulah tujuan utama pengembangan Satspam+,” kata Yogo.

#IM3 #Indosat Ooredoo Hutchison #Satspam Plus #Satspam+ #Keamanan Digital #penipuan digital #scam online #WhatsApp Call #Teknologi AI #jaringan telekomunikasi #makassar #Bookber Satspam+ #Ramadan 2026 #Sal Priadi #industri telekomunikasi