RAKYATKU.COM, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Makassar memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Tidak hanya menyiapkan armada dan jadwal pelayaran, PELNI juga menghadirkan stimulus berupa diskon harga tiket dasar hingga 30 persen serta mendorong masyarakat beralih ke pembelian tiket secara digital.
Kepala Cabang PELNI Makassar, Darman, menyampaikan bahwa kesiapan layanan mudik tahun ini difokuskan pada ketepatan waktu keberangkatan, penataan armada, serta optimalisasi trayek agar kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan baik.
“Fokus utama kami adalah kesiapan armada dan on-time performance. Ketepatan waktu menjadi prioritas agar penumpang bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ujar Darman saat kegiatan buka puasa bersama keluarga besar PELNI di Kantor Cabang Makassar, Senin (2/3).
Baca Juga : PELNI Prediksi Pelabuhan Baubau Jadi Salah Satu Titik Mudik Terpadat Lebaran 2026
Tidak Ada Kenaikan Harga, Tiket Justru Didiskon
Darman menegaskan, berbeda dengan kekhawatiran masyarakat menjelang musim mudik, tidak terdapat kenaikan harga tiket kapal PELNI pada Lebaran 2026. Sebaliknya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan kepercayaan kepada PELNI untuk menjalankan program stimulus transportasi laut.
“Harga tiket tetap normal. Bahkan kami menjalankan program stimulus berupa diskon tiket dasar sampai 30 persen untuk seluruh rute nasional,” jelasnya.
Baca Juga : Pelni Makassar Ingatkan Hindari Calo Saat Mudik Lebaran, Tiket Disiapkan 100 Ribu
Program diskon tersebut berlaku di ratusan ruas pelayaran PELNI yang menghubungkan puluhan pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia, sehingga diharapkan mampu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat selama mudik.
17 Kapal Reguler hingga Kapal Tambahan Disiapkan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PELNI menyiapkan 17 kapal penumpang reguler, ditambah dua kapal tambahan serta dua kapal peningkatan frekuensi. Selain itu, sebanyak 30 kapal perintis juga dioperasikan untuk melayani daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk dua kapal perintis yang berpangkalan di Makassar.
Baca Juga : Pelni Makassar Ingatkan Hindari Calo Saat Mudik Lebaran, Tiket Disiapkan 100 Ribu
Selama periode mudik, 14 kapal penumpang PELNI dijadwalkan singgah di Pelabuhan Makassar, menjadikannya salah satu simpul penting arus mudik laut di Kawasan Timur Indonesia.
Rute Favorit Masih Didominasi Makassar–Surabaya
Dari sisi permintaan, rute Makassar–Surabaya masih menjadi tujuan favorit penumpang hingga awal penjualan tiket. Selain itu, rute menuju wilayah timur Indonesia seperti Baubau, Ambon, Bima, dan Labuan Bajo juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi.
Baca Juga : Pelni Makassar Ingatkan Hindari Calo Saat Mudik Lebaran, Tiket Disiapkan 100 Ribu
“Surabaya masih menjadi tujuan utama, disusul Baubau dan Ambon. Namun seluruh rute tetap kami antisipasi karena potensi lonjakan bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Darman.
Meski sempat terjadi penurunan penjualan di fase awal, PELNI memproyeksikan jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 8 hingga 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan penyesuaian trayek dan optimalisasi armada.
PELNI Dorong Pembelian Tiket Digital
Baca Juga : Pelni Makassar Ingatkan Hindari Calo Saat Mudik Lebaran, Tiket Disiapkan 100 Ribu
PELNI juga terus mengedukasi masyarakat agar membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile. Saat ini, tingkat penggunaan pembelian tiket digital di Makassar baru mencapai sekitar 67 persen, masih tertinggal dibandingkan kota lain seperti Batam dan Surabaya yang hampir sepenuhnya beralih ke sistem daring.
“Pembelian tiket secara online jauh lebih praktis, aman, dan menghindari antrean panjang di pelabuhan. Kami terus mendorong masyarakat Makassar memanfaatkan aplikasi Pelni Mobile,” tutup Darman.
