RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui program Unismuh Go To School dengan melibatkan guru besar, dosen, dan pimpinan universitas untuk turun langsung ke sekolah-sekolah. Program ini menyasar 96 sekolah di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya yang dibagi dalam 16 zona promosi.
Program ini menandai kembalinya promosi tatap muka Unismuh setelah beberapa tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Melalui pendekatan langsung, Unismuh berupaya membangun komunikasi yang lebih personal dan edukatif dengan siswa serta pihak sekolah.
Ketua PMB Unismuh Makassar, Dr. Muh. Akhir, menjelaskan bahwa Unismuh Go To School dirancang sebagai gerakan kolektif yang tidak semata berorientasi pada kuantitas mahasiswa, tetapi juga kualitas proses promosi.
Baca Juga : Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Tata Kelola Kampus Unismuh Makassar
“Promosi ini harus dilakukan secara terencana, terukur, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Kami ingin memberikan informasi yang objektif dan bertanggung jawab kepada calon mahasiswa,” ujarnya.
Dalam pengajian pembuka, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, KH Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa promosi pendidikan merupakan bagian dari dakwah. Ia mengingatkan seluruh tim agar menjunjung tinggi prinsip kejujuran, amanah, transparansi, serta tidak memaksakan pilihan kepada siswa.
“Promosi harus mencerdaskan, mencerahkan, dan menggembirakan. Ajaklah dengan hikmah dan cara yang baik, karena membangun kepercayaan jauh lebih penting daripada sekadar menyampaikan informasi,” tegasnya.
Baca Juga : Unismuh Makassar Peringkat 62 Nasional dan 624 Dunia di UI GreenMetric 2025
Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, melaporkan bahwa program Unismuh Go To School tahun ini melibatkan sedikitnya 80 dosen dan belasan guru besar. Sekolah sasaran meliputi wilayah Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Parepare, Bone, Bulukumba, hingga daerah kepulauan.
“Kehadiran guru besar dalam promosi ini menjadi nilai tambah. Ini menunjukkan keseriusan Unismuh dalam membangun komunikasi akademik dengan sekolah serta memberikan gambaran nyata tentang kualitas sumber daya akademik yang kami miliki,” kata Prof. Andi Sukri.
Ia menegaskan, promosi dilakukan secara persuasif dan informatif, tanpa paksaan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman agar calon mahasiswa dan orang tua dapat mempertimbangkan pilihan pendidikan secara rasional.
Baca Juga : Unismuh Makassar Kukuhkan 10 UKM, Perkuat Regenerasi dan Arah Kampus Go International
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menekankan bahwa kegiatan promosi kampus merupakan bagian dari misi dakwah jangka panjang universitas. Menurutnya, mahasiswa yang memilih Unismuh bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses ikhtiar dan hidayah.
“Promosikan apa yang benar-benar kita miliki. Jangan mencampuradukkan yang hak dan yang batil. Sampaikan keunggulan kampus secara jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tim promosi agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait beasiswa, khususnya Program KIP Kuliah. “Unismuh memfasilitasi, tetapi kelulusan penerima KIP Kuliah merupakan kewenangan pemerintah. Jangan memberi janji yang tidak bisa dipenuhi,” tegas Rektor.
Dalam pemaparan teknis, PMB Unismuh menjelaskan bahwa setiap tim zonasi tidak hanya menyampaikan materi promosi, tetapi juga mengarahkan siswa untuk membuat akun pendaftaran, mengikuti media sosial resmi Unismuh, serta bergabung dalam grup WhatsApp sebagai bagian dari tindak lanjut promosi.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 2.300 calon mahasiswa telah mengambil akun pendaftaran. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat signifikan setelah pelaksanaan Unismuh Go To School yang dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Januari 2026, dengan izin resmi dari Dinas Pendidikan dan dukungan penuh dari sekolah sasaran.
