RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Film “Uang Passolo” menggelar gala premiere di Makassar dengan membawa pesan kuat tentang nilai keluarga, peran ibu, serta dilema pernikahan dalam budaya Bugis-Makassar. Acara ini berlangsung penuh haru dan menjadi ruang refleksi sosial atas tradisi, realitas ekonomi, dan makna tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.
Film ini disutradarai oleh Andi Burhamzah, yang sebelumnya dikenal lewat film “Mappacci”, dan diproduksi oleh 786 Production bekerja sama dengan Rumpi Entertainment serta Timur Pictures. Uang Passolo dijadwalkan mulai tayang di bioskop kesayangan masyarakat Indonesia pada 8 Januari 2026.
Pemeran utama pria, Imram Ibrahim, mengungkapkan bahwa film ini menjadi pengalaman emosional baginya. Ia menilai Uang Passolo bukan sekadar tontonan, tetapi pelajaran hidup yang dekat dengan realitas masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya dalam menggambarkan sosok ibu dan tekanan sosial yang dihadapi keluarga.
“Film ini adalah pelajaran hidup. Saya berharap setelah menonton, penonton bisa menceritakan dan mengajak lebih banyak orang agar pesan film ini sampai ke seluruh Indonesia,” ujar Imram.
Apresiasi juga datang dari Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang hadir dalam gala premiere tersebut. Ia menilai Uang Passolo sebagai karya penting dalam memperkenalkan budaya lokal ke tingkat nasional.
“Kami mengapresiasi karya anak bangsa yang mengangkat budaya lokal khas Sulawesi Selatan. Kami berharap para sineas muda terus berkarya dan menghasilkan film berbasis budaya daerah, sehingga masyarakat di luar Sulawesi Selatan dapat mengenal kekayaan budaya kita melalui karya film,” tutur Aliyah.
Film Uang Passolo terinspirasi dari realitas sosial yang kerap terjadi di masyarakat, khususnya terkait dilema pernikahan, tuntutan adat, dan kondisi ekonomi keluarga. Cerita yang sederhana namun kuat ini diharapkan mampu menggugah empati penonton serta membuka ruang diskusi tentang makna tradisi di tengah perubahan zaman.
Produser dan sutradara berharap Uang Passolo dapat diterima luas oleh masyarakat dan bertahan lama di layar bioskop. Penonton juga diajak untuk turut mendukung film ini dengan menyebarkan pengalaman menonton melalui media sosial, sebagai bentuk dukungan terhadap perfilman lokal Sulawesi Selatan.
Dengan kekuatan cerita, nilai budaya, dan pesan kemanusiaan yang universal, “Uang Passolo” diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Bugis-Makassar ke panggung nasional.
