RAKYATKU.COM, ACEH —Pemerintah mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang melalui penyediaan Hunian Sementara (Huntara) Danantara. Pada awal tahun 2026, Presiden Republik Indonesia bersama jajaran Manajemen Danantara dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meninjau langsung kawasan Huntara sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hunian layak bagi warga terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, turut hadir bersama jajaran TelkomGroup. Kunjungan ini menegaskan sinergi strategis antara pemerintah dan BUMN dalam mempercepat pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui penyediaan hunian, tetapi juga dukungan layanan dasar, khususnya konektivitas digital.
Sebagai bagian dari proyek strategis Sinergi BUMN yang dikoordinasikan Danantara, TelkomGroup berperan aktif menghadirkan jaringan telekomunikasi yang andal di kawasan Huntara Aceh Tamiang. Konektivitas digital menjadi elemen penting agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari, mengakses informasi, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar selama masa pemulihan.
Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp2,3 Miliar dan Internet Satelit untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Hunian Danantara dirancang sebagai solusi cepat dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
“Program Hunian Danantara merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Selain hunian yang layak, fasilitas pendukung seperti WiFi gratis juga kami siapkan agar masyarakat tetap terhubung dan proses pemulihan berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan komitmen TelkomGroup dalam mendukung inisiatif pemerintah melalui penyediaan infrastruktur digital.
Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp2,3 Miliar dan Internet Satelit untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
“Melalui sinergi Danantara dan BUMN, TelkomGroup memastikan ketersediaan konektivitas digital yang andal di kawasan Huntara. Kolaborasi lintas BUMN memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Dian.
Dalam tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit Huntara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana. TelkomGroup memastikan dukungan layanan telekomunikasi di seluruh kawasan tersebut seiring proses pembangunan dan penempatan warga.
Untuk tahap awal di Aceh Tamiang, TelkomGroup telah menyiapkan 28 Access Point (AP) WiFi, terdiri dari tiga AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam kawasan hunian, dengan rasio satu AP melayani hingga tiga rumah. Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan satu Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara guna mendukung kebutuhan operasional.
Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp2,3 Miliar dan Internet Satelit untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Ke depan, total 63 AP WMS akan dipasang di seluruh area Huntara untuk memastikan layanan internet yang stabil dan merata. Dari sisi layanan seluler, Telkomsel memperkuat kapasitas jaringan melalui dukungan BTS eksisting di Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta mengoperasikan satu Mobile BTS (Combat) di area Huntara guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi.
TelkomGroup juga menyiagakan infrastruktur jaringan optik, sarana pendukung operasional, serta relawan BUMN Peduli untuk memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi. Melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), Telkom turut menghadirkan akses internet berbasis satelit dengan teknologi terbaru, memungkinkan penghuni Huntara menikmati layanan internet gratis tanpa batas melalui WiFi satelit.
Pemulihan Jaringan TelkomGroup di Aceh Capai 95 Persen
Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp2,3 Miliar dan Internet Satelit untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Sejalan dengan upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra, TelkomGroup mencatat progres signifikan dalam pemulihan infrastruktur telekomunikasi. Hingga awal Januari 2026, seluruh 289 kecamatan di Aceh telah kembali terhubung dengan minimal satu site aktif di setiap kecamatan.
Secara keseluruhan, pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95 persen, dengan fokus lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Sementara itu, layanan di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali normal. Proses pemulihan ini didukung oleh pengoperasian 18 site satelit, 57 rectifier system BTS, 768 unit genset, serta 776 paket baterai untuk menjaga kontinuitas layanan di wilayah terdampak.
Selain pemulihan infrastruktur, TelkomGroup juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk dukungan trauma healing bagi anak-anak, layanan kesehatan, penyediaan dapur umum, serta distribusi bantuan logistik di berbagai titik pengungsian.
Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp2,3 Miliar dan Internet Satelit untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Hingga 1 Januari 2026, total bantuan kemanusiaan yang disalurkan TelkomGroup bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra mencapai Rp122,6 miliar. Bantuan tersebut mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, logistik, hingga kompensasi dan keringanan layanan bagi pelanggan selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Sejak awal bencana, pemulihan layanan telekomunikasi menjadi prioritas kami agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” tutup Dian
