RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Menjelang peluncuran New Honda Vario Evo 160 di wilayah Sulawesi, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) tidak hanya mempersiapkan penguasaan produk bagi tenaga penjualnya, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai budaya keselamatan berkendara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sales Force Training yang diikuti sekitar 40 sales people Honda dari wilayah Sulawesi Selatan. Pelatihan yang digelar di Ballroom Hotel Grand Imawan Makassar, Jumat (10/7/2026), menjadi bagian dari persiapan menyeluruh menyambut peluncuran skutik terbaru Honda yang akan dipasarkan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.
Program ini menggabungkan pembekalan product knowledge dengan edukasi safety riding, sebagai upaya memastikan tenaga penjual mampu memberikan informasi yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada keselamatan konsumen.
Sales Honda Didorong Menjadi Duta Keselamatan Berkendara
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar keselamatan berkendara yang disampaikan oleh instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Rahmad Alzadiman.
Materi yang diberikan meliputi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, pentingnya menjaga konsentrasi saat berkendara, teknik berkendara yang aman sesuai standar Honda, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan dan pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum digunakan.
Menurut Rahmad, tenaga penjual memiliki posisi strategis karena menjadi pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan calon konsumen.
> "Seorang sales people tidak hanya bertugas menjelaskan spesifikasi dan keunggulan produk, tetapi juga memiliki peran untuk mengingatkan konsumen mengenai pentingnya berkendara dengan aman. Karena itu, kami membekali mereka dengan pemahaman mengenai budaya #Cari_Aman sehingga setiap informasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada aspek keselamatan berkendara," ujarnya.
Persiapan Peluncuran Produk Dilakukan Secara Menyeluruh
Baca Juga : 1.186 Siswa Baru Bergabung, Sekolah Islam Athirah Awali Tahun Ajaran dengan MPLS Berbasis Karakter
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya peluncuran Honda Vario generasi terbaru.
Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya membutuhkan informasi mengenai fitur dan teknologi kendaraan, tetapi juga edukasi tentang cara menggunakan kendaraan secara aman dan bertanggung jawab.
> "Kami ingin setiap konsumen mendapatkan pengalaman terbaik sejak pertama kali mengenal produk Honda. Karena itu, seluruh sales people dibekali product knowledge yang mendalam mengenai New Honda Vario Evo 160 sekaligus edukasi keselamatan berkendara. Dengan begitu, mereka dapat memberikan konsultasi yang lebih komprehensif, mulai dari keunggulan produk hingga pentingnya menerapkan budaya #Cari_Aman dalam setiap perjalanan," jelas Antofany.
Baca Juga : Lawan Hoaks,Pertamina Pastikan SPBU Tetap Layani Masyarakat, Bantah Isu Pemeriksaan Pajak Kendaraan di SPBU
Menguatkan Kampanye #Cari_Aman
Pelatihan ini menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan #Cari_Aman, yang selama ini menjadi identitas edukasi keselamatan berkendara Honda di Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, Astra Motor Sulsel ingin membangun budaya berkendara yang lebih aman dengan melibatkan seluruh lini, termasuk tenaga penjual yang menjadi ujung tombak perusahaan dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Baca Juga : KALLA Gaungkan Semangat Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Budaya Kolaborasi di Lingkungan Kerja
Selain memperkenalkan inovasi pada produk terbaru, perusahaan juga ingin memastikan setiap tenaga penjual mampu menjadi edukator yang menyampaikan pesan keselamatan kepada konsumen sejak proses konsultasi hingga penggunaan kendaraan.
Dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia ini, Astra Motor Sulsel optimistis peluncuran New Honda Vario Evo 160 tidak hanya menghadirkan produk yang kompetitif di pasar, tetapi juga memperkuat komitmen Honda dalam membangun budaya berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
