RAKYATKU.COM,JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan arah transformasi bisnis jangka panjangnya dengan menyetujui pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring, Jumat (12/12). Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan struktur bisnis Telkom menuju strategic holding berbasis infrastruktur digital.
Melalui RUPSLB tersebut, Telkom memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas pengalihan bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang kini dikenal sebagai InfraNexia. Karena tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan OJK, aksi korporasi ini telah melalui mekanisme persetujuan independen dan dinyatakan memenuhi kuorum serta disetujui mayoritas pemegang saham independen.
Spin-off ini merupakan bagian integral dari strategi transformasi TLKM 30, yang dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital nasional secara lebih fokus dan efisien. Dengan membentuk entitas khusus pengelola infrastruktur fiber, Telkom menargetkan terciptanya sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan sekaligus optimalisasi nilai aset infrastruktur.
Baca Juga : TelkomGroup Turunkan 118 Relawan BUMN Peduli Bantu Korban Bencana Aceh
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menegaskan bahwa persetujuan ini menjadi fondasi penting bagi penguatan struktur usaha perusahaan.
“Langkah ini memperkuat transformasi Telkom agar semakin fokus dan tangkas. Kami ingin menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, masyarakat, dan negara,” ujarnya.
InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Infrastruktur Digital
Baca Juga : Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Wholesale Fiber ke InfraNexia, Perkuat Pilar Infrastruktur Digital Nasional
Pasca spin-off tahap pertama, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50 persen total infrastruktur jaringan fiber Telkom yang mencakup segmen access, aggregation, backbone, hingga infrastruktur pendukung. Pada tahap berikutnya, proses spin-off ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026 dengan total nilai aset mencapai sekitar Rp90 triliun.
Keberadaan InfraNexia diharapkan membuka ruang lebih luas bagi efisiensi operasional, optimalisasi belanja modal, serta peluang network sharing dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Langkah ini juga selaras dengan agenda transformasi BUMN dan arahan kebijakan nasional untuk memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.
Dengan kebutuhan konektivitas digital yang terus meningkat di berbagai sektor—mulai dari industri, layanan publik, hingga ekonomi digital—InfraNexia diproyeksikan menjadi pemain kunci penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.
Baca Juga : XLSMART Pastikan Jaringan 4G Siap Kawal MotoGP Mandalika 2025, 116 BTS Siaga Dukung Konektivitas Lombok
Peran Strategis Data Center dan Penguatan Tata Kelola
Selain menyetujui spin-off, RUPSLB juga memberikan mandat kepada Telkom untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) selama masa transisi hingga pusat data pemerintah beroperasi penuh. Penugasan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Telkom di bidang data center dan cloud, sekaligus menegaskan peran strategis perusahaan dalam menjaga kedaulatan data nasional.
Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi guna memperkuat tata kelola serta memastikan eksekusi transformasi berjalan efektif di tengah dinamika industri digital.
Baca Juga : Telkom Perkuat Transformasi Digital Menuju National Sustainability Platform
Menuju Strategic Holding Digital Telco
Keputusan RUPSLB ini mempertegas langkah Telkom dalam menjalankan empat pilar utama TLKM 30: peningkatan keunggulan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, unlocking value aset infrastruktur digital, serta transisi menuju strategic holding. Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus, Telkom optimistis dapat meningkatkan daya saing global sekaligus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia.
Melalui langkah strategis ini, Telkom tidak hanya mempercepat transformasi internal, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalis pembangunan ekonomi digital nasional yang berkelanjutan.
