RAKYATKU.COM, GORONTALO--Di bawah langit yang temaram dan semilir angin pesisir Danau Limboto, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua menggelar Malam Apresiasi Media di area sidepool Hotel Aston Gorontalo. Bukan sekadar seremoni sederhana, malam itu terasa seperti rangkuman suasana hangat, perjalanan budaya, dan penghormatan bagi insan media yang selama ini menjadi jembatan informasi antara LPS dan masyarakat.
Gelaran ini menjadi puncak rangkaian Media Gathering LPS 2025 yang berlangsung selama 28–30 November. Sehari sebelumnya, puluhan jurnalis yang diundang dari Makassar, diajak menjelajahi wisata bahari ikonik Gorontalo wisata paus hiu pengalaman langka yang hanya bisa ditemui di beberapa titik di dunia. Sensasi menyaksikan megafauna laut itu dari jarak dekat seolah menjadi pembuka energi positif sepanjang kegiatan.
Tema “Cerita dari Timur”: Simbol Harmoni, Ragam Budaya, dan Kolaborasi
Baca Juga : LPS Warna Dari Timur Dorong Literasi Keuangan Lewat Festival Kreatif di Makassar
Malam apresiasi ini mengangkat tema “Cerita dari Timur”, sebuah pemaknaan bahwa Indonesia Timur bukan sekadar bentang wilayah, tetapi ruang besar yang menyimpan ragam budaya, karakter, dan kekayaan sosial yang perlu terus dijangkau oleh lembaga seperti LPS.
“Wilayah timur memiliki wajah yang beragam. Di sini, setiap budaya punya kisah, setiap masyarakat punya suara. LPS tidak mungkin berjalan sendiri. Kami butuh kolaborasi, kami butuh sinergi, terutama dengan teman-teman media yang menjadi garda terdepan penyampai informasi publik,” ujar Fuad Zaen, Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulampua, dalam sambutannya.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi jurnalis yang selama ini membantu memperkuat literasi publik mengenai fungsi LPS sebagai lembaga penjamin simpanan yang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional.
“Terima kasih kepada seluruh rekan media. Berkat pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat semakin memahami tugas LPS dan merasa aman untuk terus menabung. Kepercayaan publik adalah fondasi stabilitas keuangan, dan media memainkan peran itu dengan sangat baik.”
Fuad juga menyebut bahwa momen bersama di Gorontalo tahun ini terasa spesial karena jurnalis dapat merasakan langsung kekayaan kuliner dan keindahan bahari yang menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo.
“Yang spesial tahun ini, kita bisa menikmati wisata paus hiu, bahari ikonik Gorontalo—sekaligus mencicipi kuliner terbaiknya. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan, dan tentunya mempererat sinergi kita. Salam kolaborasi, salam sinergi,” tutupnya.
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Workshop, Sharing Session, dan Ruang Pembelajaran Bersama
Sebelum malam apresiasi digelar, rangkaian kegiatan dibuka dengan Media Workshop yang diisi dua narasumber:
Prayitno Amigoro, Deputi Bidang Hubungan Masyarakat LPS
Baca Juga : LPS Wilayah III Sulampua Ajak Puluhan Wartawan Ikuti Workshop Literasi Keuangan dan Jelajah Wisata Gorontalo
Iwan Ardiansyah, penyiar & jurnalis Indosiar
Keduanya membahas berbagai isu penting, mulai dari strategi penguatan literasi keuangan publik hingga teknik peliputan informatif dan akurat di era digital.
Para peserta menyebut sesi ini bukan sekadar workshop, tetapi wadah diskusi yang membuka insight baru mengenai peran media dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
“Atmosfer Kekeluargaan yang Hangat” — Suara dari Jurnalis
Lisa Emilda, jurnalis Rakyatku.com yang mewakili rekan-rekan media, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada LPS atas ruang kolaborasi yang dibangun. Sejak hari pertama, kami tak hanya disuguhi kuliner khas Gorontalo, tapi juga mendapatkan workshop dan sharing session yang sangat membuka wawasan tentang tugas dan fokus kerja LPS. Semoga sinergi ini terus berjalan dan semakin kuat ke depan.”
Di sela hidangan khas Gorontalo yang disajikan di tepi kolam renang, suara tawa dan obrolan ringan para jurnalis menggambarkan suasana kekeluargaan yang akrab. Lampu-lampu kuning di area outdoor melengkapi malam yang hangat itu sebuah simbol bahwa hubungan LPS dan media bukan sekadar kerja profesional, tetapi juga kemitraan yang tumbuh dari kepercayaan.
Gorontalo, Ruang Belajar dan Ruang Cerita
Kegiatan tiga hari ini memberi pesan kuat bahwa literasi keuangan bukan hanya tugas satu pihak. Kehadiran media adalah pilar penting dalam menyebarkan informasi yang mendidik dan menenangkan publik, terutama terkait penjaminan simpanan.
Sementara itu, bagi LPS, mengundang jurnalis ke Gorontalo bukan semata agenda kerja, tetapi ajakan untuk mengenal lebih dekat kekayaan wilayah timur dan masyarakatnya.
Pada akhirnya, Media Gathering LPS 2025 bukan hanya meninggalkan laporan dan catatan, tetapi membangun pengalaman—tentang kolaborasi, kebersamaan, dan cerita dari timur yang akan terus berlanjut.
