RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Gorontalo sebagai salah satu destinasi wisata bahari paling unik di Indonesia. Daya tarik ikoniknya wisata paus hiu (whale shark) menjadi magnet yang tidak banyak dimiliki wilayah lain di Nusantara. Hanya sedikit lokasi yang memungkinkan wisatawan melihat megafauna laut ini dalam jarak sangat dekat dan aman.
Dalam satu dekade terakhir, kemunculan paus hiu di perairan Desa Botubarani menjadi titik awal berkembangnya wisata edukasi berbasis konservasi. Sedikitnya 7–15 paus hiu tercatat rutin muncul bergantian, terutama saat perairan kaya plankton atau ikan kecil, makanan utama sang raksasa laut jinak ini.
LPS Ajak Puluhan Wartawan Lihat Langsung Wisata Paus Hiu
Baca Juga : LPS Warna Dari Timur Dorong Literasi Keuangan Lewat Festival Kreatif di Makassar
Dalam rangkaian kegiatan Media Gathering di Gorontalo, 28–30 November 2025, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua mengajak puluhan wartawan untuk menyaksikan langsung fenomena paus hiu di habitat alaminya. Agenda ini menjadi bagian dari penguatan literasi publik sekaligus promosi potensi wisata bahari Gorontalo.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen, mengatakan bahwa wisata paus hiu memiliki nilai strategis bagi ekonomi pesisir.
“Wisata paus hiu adalah aset besar Gorontalo. Selain daya tarik wisata, kehadirannya menggerakkan UMKM lokal, nelayan, pemandu wisata, hingga operator perahu. Kami berharap kehadiran rekan media dapat membantu menyebarkan cerita positif tentang Gorontalo,” ujar Fuad.
Ia menegaskan, semakin luas publikasi mengenai wisata bahari Gorontalo, semakin besar peluang peningkatan ekonomi masyarakat, terutama dari sektor ekowisata.
Pengalaman Menyentuh Nurani: Menatap Raksasa Laut dari Dekat
Rombongan wartawan yang dibagi jadi beberapa kelompok didampingi Isal Pakaya, tour guide lokal mengatakan “Di Gorontalo ada sekitar tujuh paus hiu yang sering muncul. Mereka menjadikan perairan ini sebagai tempat makan yang aman. Yang terpenting, kita menjaga agar interaksi manusia tidak mengubah perilaku alaminya,”
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Pengelola lokal menerapkan pendekatan konservasi ketat, seperti:
pembatasan jumlah kapal,pengaturan jarak aman,larangan menyentuh paus hiu, larangan memberi makan sembarangan, pengawasan petugas konservasi.
Hanya dalam beberapa menit setelah perahu merapat ke area titik kemunculan, bayangan besar sepanjang 5–7 meter muncul perlahan dari kedalaman. Pemandangan ini langsung memukau para jurnalis yang untuk pertama kalinya melihat paus hiu dalam jarak sedekat dua hingga tiga meter.
Ekowisata yang Menghidupkan Ekonomi Warga Pesisir
Wisata paus hiu bukan sekadar atraksi alam, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat Botubarani dan sekitarnya. Pendapatan masyarakat meningkat dari: sewa perahu,penyediaan alat snorkeling,jasa fotografi bawah air, kuliner lokal, penjualan kerajinan khas Gorontalo.
Isal menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi prioritas utama.
Baca Juga : IMK Meningkat Tajam, LPS: Minat Menabung Masyarakat Meningkat Pasca Idulfitri
“Banyak keluarga kini menggantungkan pendapatan dari wisata paus hiu. Karena itu, kelestariannya jauh lebih penting dari sekadar jumlah wisatawan,” katanya.
Peran Media dalam Mengangkat Potensi Wisata Bahari
Fuad Zaen berharap kehadiran wartawan dari berbagai kota dapat memberi dampak besar terhadap promosi pariwisata Gorontalo.
Baca Juga : IMK Meningkat Tajam, LPS: Minat Menabung Masyarakat Meningkat Pasca Idulfitri
“Kami ingin jurnalis membawa cerita baik tentang Gorontalo tentang paus hiu, tentang keramahan warganya. Semakin banyak publikasi positif, semakin kuat sektor pariwisata kita,” ujar Fuad.
Kegiatan ditutup dengan menikmati kuliner lokal khas Gorontalo serta berkunjung ke sentra UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif masyarakat.
