RAKYATKU.COM, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meneguhkan langkah transformasinya sebagai National Sustainability Platform, bukan hanya sebagai penyedia konektivitas digital, tetapi juga motor penggerak ekosistem digital nasional yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.
Transformasi ini dibangun di atas dua pilar utama: Digital Connectivity serta Digital Platform & Ecosystem Services.
Pilar Digital Connectivity
Baca Juga : Sinyal Pulih 100?lam 3 Hari, TelkomGroup Tuntaskan Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan Gempa NTT
Telkom memastikan akses internet merata hingga wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) melalui backbone serat optik, layanan mobile broadband, dan satelit. Seluruh infrastruktur dirancang dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk penerapan efisiensi energi dan konsep green technology.
Pilar Digital Platform & Ecosystem Services
Tidak hanya konektivitas, Telkom menghadirkan layanan data center, cloud, big data, AI, hingga cybersecurity untuk mendukung sektor publik dan bisnis. Ekosistem digital Telkom juga menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat:
Baca Juga : Perkuat Kepemimpinan Digital Masa Depan, Telkom Sabet Penghargaan Lestari Award 2026
PaDi UMKM, marketplace yang mempertemukan UMKM dengan pelanggan BUMN.
Telemedicine, memperluas akses kesehatan digital.
Digitalisasi pendidikan, meningkatkan literasi dan inklusi.
Baca Juga : Batam Resmi Jadi Gerbang Digital Baru, TelkomGroup Hadirkan Kabel Bawah Laut NCC untuk Cloud dan AI
Digital lifestyle services, mendorong produktivitas dan gaya hidup positif.
ESG sebagai Fondasi
Telkom mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap langkah bisnisnya. Komitmen menuju Net Zero Emission 2030 diwujudkan melalui pembangunan green data center, BTS ramah lingkungan, rehabilitasi ekosistem laut, penanaman mangrove, hingga pengelolaan limbah kabel optik melalui program GoZero%.
Baca Juga : Usia 61 Tahun, Telkom Dorong Transformasi TLKM 30 Lewat AIcosystem dan ESG
Dari sisi sosial, Telkom aktif dalam literasi digital, pemberdayaan UMKM, hingga layanan ramah disabilitas, agar semua lapisan masyarakat mendapatkan kesempatan setara dalam memanfaatkan peluang digital.
Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa tata kelola perusahaan menjadi fondasi penting dari seluruh transformasi.
“Kami menegakkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas sesuai standar global seperti ISO 37001 Anti-Bribery Management System. Governance yang kuat memastikan setiap inisiatif lingkungan dan sosial menjadi bagian dari strategi berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek,” ungkap Awal dalam agenda Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025, Kamis (11/9).
Baca Juga : Percepat Transformasi TLKM 30, Telkom Pangkas 10 Anak Usaha untuk Efisiensi Operasional
Melalui tema “From Connectivity to Responsibility: Shaping a Greener Digital Economy”, Awal menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem digital yang berdaulat dan berkelanjutan.
Dengan inovasi yang etis dan terarah, Telkom menegaskan posisinya bukan hanya sebagai perusahaan telekomunikasi, melainkan mitra strategis bangsa dalam membangun masa depan digital Indonesia.
