BALIKPAPAN, RAKYATKU.COM-- Penjabat(Pj) Wali Kota Parepare, Abdul Hayat Gani melakukan kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Kunjungan Abdul Hayat bersama rombongan pejabat Pemkot Parepare sebagai upaya mempelajari rahasia sukses Balikpapan dalam mengelola sampah, Jumat (17/11/2025).
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Kunjungan tersebut berpusat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Rombongan Pemkot Parepare, yang terdiri dari sejumlah pejabat seperti Asisten II, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, dan Kepala DLH Parepare, fokus mendalami sistem Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) yang diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Baca Juga : Wali Kota Parepare Terima Penghargaan PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama
"Kami sangat terkesan dengan pengelolaan TPA di Balikpapan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan terkelola dengan baik," ujar Abdul Hayat Gani usai kunjungan lapangan.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Abdul Hayat mengungkapkan bahwa pengalaman ini akan menjadi acuan bagi Parepare. Kota yang terus berkembang tersebut berencana mengadopsi sistem serupa untuk menghadirkan solusi yang lebih efisien terhadap tantangan pengelolaan sampah.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman, menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di kotanya tidak lepas dari penerapan dua pendekatan utama: penanganan dan pengurangan. "Kami memulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, sebelum sampah sampai ke tempat pembuangan sementara (TPS). Di setiap tahap, ada proses pengurangan," paparnya.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Baca Juga : Tasming Hamid Buka Pekan Olahraga Warga Binaan, Tekankan Pembinaan Humanis di Lapas
Sudirman menambahkan bahwa dari 500 ton sampah yang dihasilkan Balikpapan setiap hari, sebanyak 120 ton berhasil diminimalkan berkat peran aktif masyarakat. Bank sampah, komunitas peduli lingkungan, hingga kolaborasi dengan startup lokal seperti Ciros memainkan peran signifikan dalam upaya ini.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
"Kunci keberhasilan kami adalah keterlibatan masyarakat dalam setiap proses. Mereka berperan penting, mulai dari memilah sampah di rumah hingga mendukung program-program lingkungan," tambahnya.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, rombongan Pemkot Parepare banyak bertanya mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah. Hal ini diakui sebagai salah satu tantangan terbesar yang juga dihadapi Parepare.
Baca Juga : Pemkot Parepare Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025 ke DPRD
Baca Juga : Unhas dan Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat: Wujudkan Kampus Berdampak
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Bone ke-695, Hermanto Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal
"Kami berharap, setelah studi lapangan ini, Parepare bisa lebih baik dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, melibatkan semua elemen masyarakat," tutup Abdul Hayat optimistis. (*)
