RAKYATKU.COM, JAKARTA — Momentum Hari Kartini dimanfaatkan PT Indonesia" href="https://rakyatku.com/tag/telkom-indonesia">Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui gelaran Kartini BISA Fest 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 20–24 April di Telkom Hub ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem UMKM berbasis digital yang inklusif dan berdaya saing.
Berbeda dari sekadar seremoni, Kartini BISA Fest dirancang sebagai platform penguatan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM perempuan. Program yang dihadirkan mencakup pelatihan, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan branding, hingga pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pemasaran dan produksi konten.
Direktur Utama PT Indonesia" href="https://rakyatku.com/tag/telkom-indonesia">Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak bisa dilepaskan dari kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Baca Juga : Adira Finance Tancap Gas di Tengah Tekanan Global, Pembiayaan Melonjak 52 Persen
“Momentum Kartini menjadi pengingat untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi agar memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kartini BISA Fest menghadirkan berbagai kegiatan terintegrasi. Sebanyak 40 UMKM perempuan terlibat dalam bazar kuliner, sementara lebih dari 350 peserta mengikuti seminar cybersecurity untuk meningkatkan kesadaran perlindungan data. Selain itu, pelatihan AI juga diberikan guna meningkatkan efisiensi dalam pengembangan bisnis berbasis digital.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital. Dari total lebih dari 112 ribu UMKM binaan, sekitar 73 ribu di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif dalam program pembinaan digital.
Baca Juga : Pertamina Salurkan Ratusan Paket Sembako Jelang May Day, Perkuat Kolaborasi Sosial di Sulsel
Tidak hanya fokus pada kapasitas individu, Telkom juga mendorong peningkatan daya saing produk melalui program Packfest dengan penyaluran 500 ribu kemasan produk serta fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat aspek legalitas dan kepercayaan konsumen di pasar yang semakin kompetitif.
Program ini juga dirancang inklusif dengan melibatkan pelaku UMKM disabilitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem usaha yang berkeadilan dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia tahun 2025, sekitar 64,5 persen atau 37 juta UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, tantangan masih terlihat pada aspek legalitas. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menunjukkan baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal.
Baca Juga : Aston Makassar dan BRI Kolaborasi CSR, 60 Kantong Darah Terkumpul Jelang HUT ke-14
Melalui Kartini BISA Fest, Telkom berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan program yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memastikan UMKM siap bersaing di pasar nasional dan global.
“Digitalisasi dan standarisasi menjadi kunci agar UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” tambah Dian.
Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest menjadi representasi strategi PT Indonesia" href="https://rakyatku.com/tag/telkom-indonesia">Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Baca Juga : Elektrifikasi Digenjot, BYD Haka Dorong EV Jadi Pilar Baru Ekonomi dan Ketahanan Energi
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi, Telkom menegaskan perannya sebagai katalis dalam mendorong perempuan Indonesia untuk naik kelas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional di era digital.
